Page 20 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 20
CATATAN PENDAHULUAN
Dengan kata lain, istilah ekonomi kerakyatan yang
digunakan oleh Sarbini Sumawinata, meski dimaksudkan sebagai
pemikiran yang konkret karena dimaksudkan sebagai gagasan
mengenai strategi pemberantasan kemiskinan pada waktu itu,
namun istilah itu tidak kokoh sebagai sebuah gagasan sebab
tidak dielaborasi secara ontologis. Seperti halnya sosialisme
kerakyatan Sjahrir yang lebih banyak ditujukan untuk mengkritik
sosialisme ekstrim, atau komunisme, juga Leninisme-Stalinisme,
ketimbang kritik terhadap kapitalisme.
Sama seperti yang dilakukan Emil Salim ketika menulis
tentang ekonomi Pancasila. Ia memang yang pertama kali
menggunakan terma itu. Dalam tulisan sekitar tahun 1965, Emil
masih menulis terma tersebut menggunakan embel-embel
sosialis. Tetapi pada tahun 1966 embel-embel sosialis dihilangkan,
yang tadinya “Ekonomi Sosialis Indonesia”, menjadi “Sistem
Ekonomi Pancasila”. Walaupun sama-sama menggunakan
14
istilah ekonomi Pancasila namun gagasan Emil Salim sebenarnya
sangat berbeda dengan istilah ekonomi Pancasila yang digunakan
Mubyarto.
Ada dua pendekatan, meminjam Tarli Nugroho, yang bisa
15
digunakan untuk memahami perbedaan antara ekonomi Pancasila
versi Emil Salim dengan ekonomi Pancasila versi Mubyarto.
Pertama adalah secara konseptual. Tarli menggunakan
kerangka Bung Hatta tentang teori ekonomi, politik ekonomi dan
16
orde ekonomi dalam rangka menjelaskan perbedaan konseptual
antara Emil dan Mubyarto. Emil, menurut Tarli, tidak dalam
14 Fadli Zon, op cit.., hlm. 249.
15 Tarli Nugroho, op cit.., hlm. 12.
16 Mohammad Hatta, Teori Ekonomi, politik Ekonomi, dan Orde Ekonomi, Djakarta: Tintamas,
1967, dalam Tarli Nugroho, ibid..,
xix

