Page 31 - MAJALAH 107
P. 31

warisan dunia, juga masuk ke dalam cagar budaya yang  melebihi dari orang-orang yang menjaga bank atau
            terancam rusak.                                    perkantoran,” imbuhnya.

              Parahnya lagi, sudah beberapa kali benda bersejarah   Sementara itu, Ketua Komisi X DPR Agus Hermanto
            yang disimpan di museum raib digondol orang tak  menyatakan seharusnya Undang-undang Cagar Budaya
            dikenal. Museum Nasional saja ternyata sudah lima kali  benar-benar diterapkan. Sehingga, cagar budaya yang
            terjadi. Kasus pertama terjadi pada tahun 1960, koleksi  terlingkup dalam area UU Cagar Budaya, menjadi
            emas dan permata di museum itu dirampok sekelompok  terlindungi.
            pencuri. Pencurian kedua pada 1979, koleksi uang
            logam hilang dicuri orang tak dikenal. Masih di tahun   “Dengan adanya UU Cagar Budaya ini, tidak ada cagar
            yang sama, koleksi keramik senilai Rp 1,5 miliar raib dan  budaya yang terkena imbas adanya pabrik atau kegiatan
            belum ditemukan sampai sekarang.                   yang bersifat polusi, misalnya. Area cagar budaya harus
                                                               kita lindungi. Kalau soal pencurian artefak itu sudah
              Kasus keempat adalah pencurian koleksi lukisan  memasuki ranah hukum. Yang terbaik adalah kita
            karya Basoeki Abdullah, Raden Saleh, dan Affandi pada  sepenuhnya menyerahkan kepada penegak hukum. Kita
            tahun 1996. Lukisan ini akhirnya dikembalikan kepada  dorong agar penegak hukum menjalankan tugasnya
            negara setelah diketahui berada di Balai Lelang Christy,  dengan sebaik-baiknya,” ujar Politisi Demokrat ini.
            Singapura.
                                                                 Sedangkan, Anggota Komisi X Ferdiansyah menilai
              Kelima, kasus pencurian koleksi emas yang baru saja  benda sejarah yang dicuri ini merupakan kesalahan
            terjadi pada 11 September 2013 di Museum Nasional.  pimpinan, sehingga seorang pimpinan harusnya tidak
            Menurut Johannes Marbun, kasus pencurian ini  berdalih dengan membuat alasan apapun.
            merupakan tragedi nasional bagi bangsa Indonesia.
            Warisan masa lalu bernilai sejarah tinggi yang tersimpan   “Pemerintah disini tidak mengantisipasi. Harusnya
            di museum tersebut telah menjadi bulan-bulanan  pemerintah melakukan pengawasan dan inventarisasi,
            perampok.                                          sehingga ini menjadi teguran keras kepada Kemendik-
                                                               bud untuk melakukan pengawasan lebih dan mengin-
              Melihat kondisi ini, Anggota Komisi X DPR Dedi S  ventarisasi benda-benda bersejarah yang usianya pan-
            Gumelar menyatakan bahwa keberadaan kawasan  jang dan bernilai sejarah tinggi. Misalnya, jumlah CCTV
            cagar budaya atau peninggalan-peninggalan sejarah
            dikalahkan oleh berbagai kepentingan ekonomi.
            Akibatnya, cagar budaya menjadi tidak terawat, bahkan
            sampai kehilangan artefak. Ia menyesalkan tidak adanya
            keinginan negara untuk melindungi aset peninggalan
            sejarah ini.
              “Pemerintah atau negara tidak memiliki visi tentang
            kebudayaan. Jika paradigma pemangku kepentingan
            baik itu pemerintah sebagai pelaksananya, maupun DPR
            yang membahas anggarannya tidak beranjak menjadi
            melek budaya, maka selamanya kondisinya akan seperti
            ini Padahal, kebudayaan belum menjadi strategi bagi
            bangsa ini untuk bisa bersaing dengan negara lain,”
            cetus Politisi PDI Perjuangan ini.

              Terkait dengan pencurian artefak, politisi yang akrab
            dipanggil Mi’ing ini menilai pengamanan masih kurang
            maksimal. Seharusnya, pengamanan museum tidak
            kalah dengan bank.

              “Museum kita sampai kebobolan, sebut saja Museum
            Sasono Langen Budoyo hampir 87 item. Museum  harus tepat, bila perlu ada CCTV cadangan. Hal itu di-
            Nasional (Museum Gajah) empat keping emas. Hal ini  tunjang jumlah security yang mampu menjaga dengan
            menunjukkan cara pandang kita menyiapkan security  baik,” tegas Politisi Golkar ini.
            untuk Museum itu lebih rendah dibanding security
            kantor atau Bank yang lain. Padahal kalau di negara-  Selain itu, tambah Ferdiansyah, kawasan cagar budaya
            negara maju seperti di Eropa yang peradabannya tinggi,  ataupun situs-situs kerajaan dapat diukur berdasarkan
            mereka menyiapkan SDM  security untuk menjaga  nilai sejarah dan dilakukan inventarisasi, sehingga
            barang-barang cagar budaya, yang kompetensinya  dapat diterapkan tindakan pengamanan-pengamanan.


                                                                             PARLEMENTARIA  EDISI 107 TH. XLIII, 2013  31
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36