Page 80 - MAJALAH 73
P. 80
KUNJUNGAN KERJA
KORBAN FLU BABI DI RSUP PADANG
KARENA KELALAIAN PENCEGAHAN
Adanya satu orang korban meninggal karena suspect flu babi di Rumah Sakit Umum Pusat
(RSUP) M. Jamil Padang, bukannya kegagalan Dinas Depkes namun kelalaian yang ada pada
pencegahan yang tidak jalan. Hal itu ditegaskan Ketua Tim Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi
IX DPRRI Hasanudin Said, Ak saat melakukan kunjungan kerjanya ke Provinsi Sumbar pada
Reses Persidangan IV Tahun Sidang 2008/2009 pertengahan Juli lalu.
ijelaskan Hasanudin
Said, adanya Suspect
flu babi di Rumah
sakit Padang, karena
Dketidak mampuan
mendeteksi Suspect flu babi di
Bandara Padang, untuk itu DPR
RI akan mengusulkan dalam tahun
yang akan datang bisa dianggarkan
alat mendeteksi Suspect flu babi, di
Bandara Padang.
Kepada Tim Komisi IX, Direktur
umum, SDM dan Pendidikan RS
Dr. M. Jamil Padang, Aguswan
mengatakan, pasien Suspect flu
burung/babi beberapa waktu lalu
belum bisa dipastikan apakah pasien
penderita Suspect flu babi, atau karena
hal lainnya. Malaka, Kualalumpur dan Singapura. dan Ketenagakerjaan kunjungi kota
“Yang jelas kalau ada pasien yang RS M. Jamil kalah karena iklan dan Sawahlunto, Sumbar, dikediaman
mengalami demam tinggi dengan cara memberikan pelayanan serta rumah Wakil Wali Kota Sawahlunto,
gejala klinis seperti gejala flu babi sikap dan perilaku profider perlu Erizal Ridwan. Ia menjelaskan, untuk
atau flu burung, akan diisolasi dan diperbaiki. mengatasi kondisi tersebut perlu
dirawat layaknya pasien yang positif revitalisasi peralatan secara bertahap,
terjangkit virus mematikan itu. Untuk Minimnya Sarana diantaranya peralatan rontgen.
kebenarannya akan diketahui dari Kesehatan RSUD “Tahun 2007 RSUD mendapat
hasil lab yang lebih akurat yang Sawahlunto bantuan dana perimbangan dari
dikirim ke Jakarta,” ungkapnya. Dalam kunjungannya ke RSUD pusat Rp2 miliar, namun sejak tahun
Selanjutnya Aguswan mengatakan, Sawahlunto, terungkap masih 2008 dan 2009, bantuan tersebut
RS Dr. M. Jamil Padang sudah berunur minimnya sarana kesehatan termasuk tidak diterima lagi. Karena itu
56 tahun, didirikan pada tahun 1953, lampu dan meja operasi. Dengan kami berharap Komisi IX DPR RI
tahun 1998-2003 mendapat bantuan keterbatasan sarana pendukung bisa mencarikan solusinya. APBD
dari Austria (Vamed) berupa alat-alat itu, kegiatan operasi pasien yang Sawahlunto dan dana alokasi khusus
rumah sakit, dengan counter budget seharusnya bisa diatasi RSUD, jelas tidak mampu memenuhinya”
dari APBN untuk pembangunan terpaksa dirujuk kerumah sakit yang tutur Erizal Ridwan.
gedung RS. lebih lengkap peralatannya. dr. Eviniola mengatakan, RSUD
Diakui Aguswan, dari Sumbar “Sebagian besar peralatan di tipe C ini banyak dikunjungi pasien
saja ada 6000 s/d 8000 orang per RSUD Sawahlunto peninggalan dari luar daerah seperti Kabupaten
tahun berobat ke RS Malaysia dan zaman Belanda” keluh Direktur Sijunjung dan Dharmasraya sekitar
Singapura, yang menjadi tantangan RSUD Sawahlunto dr. Eviniola, 52 %. Tingkat kunjungan rata-rata
bagi RSUP M. Jamil, Padang. Setelah saat pertemuan Komisi IX DPR 4.000 orang per hari.
diteliti sama saja fasilitas dan mutu RS RI yang membidangi Kesehatan
78 PARLEMENTARIA TH. XL NO. 73

