Page 81 - MAJALAH 73
P. 81

KUNJUNGAN KERJA



            Pengangguran bertambah          RSUD  tidak  mampu  menampung    melakukan penolakan terkait dengan
               S e l a i n   m a s a l a h   l a y a n a n   lagi,” jelas Idhar. Namun masyarakat   pasien  yang  menggunakan  kartu
            kesehatan,  Kota  Sawahlunto  juga   lebih  memilih  yang  terdekat  dari   Jamkesmas.
            terbelit  persoalan  pengangguran.   tempat tinggalnya.             Menanggapi pertanyaan tersebut,
            Terutama setelah ditutupnya kuasa                                Idhar menjelaskan bahwa kebanyakan
            pertambangan batu bara menyusul  Perawat berstatus Honorer       pasien yang datang ke RSUD tanpa
            peledakan tambang dalam Bukit Bual      Dalam  kunjungan  kerjanya  ke   membawa  kartu  Jamkesmas  dan
            16 Juni lalu.                   RSUD  Chasan  Boesoeri  tersebut,   surat-surat yang menyatakan bahwa
               “ D a r i   j u m l a h   p e n d u d u k   Tim Komisi IX DPR di dampingi   pihaknya adalah keluarga yang kurang
            Sawahlunto 55.430 orang, angkatan   Wakil  Gubernur  Maluku  Utara   mampu.  Bahkan  menurut  Idhar
            tenaga kerja sebanyak 36..806 orang.   Abdul  Ghani  Kasuba.  Ketua Tim   masyarakat  masih  tidak  mengerti
            Diantaranya bekerja 13.748 orang dan   Kerja  Komisi  IX  Umar  Wahid   dan mengetahui prosedur yang telah
            pengangguran 1.156 orang” ungkap   Hasjim (F-KB) mengharapkan agar   diberikan. ”  Masyarakat  kurang
            Kadis  Pemberdayaan  masyarakat/   pemerintah Provinsi mempercepat   memahami  prosedur,  tetapi  pihak
            Ketenagakerjaan  Sawahlunto,    pengembangan infrastruktur rumah   RSUD tetap melayan,” jelasnya.
            Maryusfi.                       sakit tersebut.                     Anggota Tim Komisi IX DPR,
               Selanjutnya Maryusfi mengatakan      Saat berada di ruang UGD (Unit   Mariani  Akib  Baramuli  (F-PG)
            persoalan mendasar ketenagakerjaan   Gawat  Darurat).  Kepala  RSUD   menegaskan,  terkait  penanganan
            adalah  rendahnya  ketrampilan.   Chasan Boesoeri, Dr. Idhar Sidi Umar   warga yang tidak mampu, agar jangan
            Mereka lebih banyak mencari nafkah
            sebagai pekerja kasar.
               Sementara itu Tim Kunjungan
            Kerja Komisi IX DPR RI ke Provinsi
            Maluku Utara menemukanfenomena
            menarik soal kondisi infrastruktur
            kesehatan di Ternate.
               Dalam  kunjungan  pertamanya
            ke Provinsi Maluku Utara, Komisi
            IX DPR melakukan peninjauan ke
            RSUD  Chasan  Boesoeri Ternate.
            Saat melakukan peninjauan ke RSUD
            tersebut, Tim  Kunjungan  Kerja
            Komisi IX DPR sempat menyaksikan
            membludaknya pasien anak, sampai-
            sampai ada pasien yang menempati
            koridor di rumah sakit tersebut.
               Hal  tersebut  mengundang
            pertanyaan anggota Komisi IX DPR.
            Kepala  RSUD  Chasan  Boesoeri
            Dr. Idhar Sidi Umar menjelaskan,
            pihaknya sudah berusaha semaksimal
            mungkin terkait jumlah pasien anak   dihujani  berbagai  pertanyaan  dari   sekedar janji tetapi ditepati. ”Nantinya
            yang tidak bisa ditampung, hal ini   beberapa anggota DPR RI, terkait   saat warga tidak mampu datang masih
            terkait karena fasilitas ruangan yang   dengan penanganan pasien, jumlah   lagi diwajibkan uang muka dulu baru
            kurang cukup memadai. Kebijakannya,   para perawat, dan juga daya tampung   dirawat,” ujar Mariani.
            mereka akan dialihkan ke rumah sakit   RSUD. Yang menarik, Tim Komisi      Namun, kepala rumah sakit Idhar
            lain yang terdekat. ”Percuma saja kita   IX DPR mengorek soal kesejahteraan   Sidi Umar langsung mengomentari
            tampung  mereka  di  sini  tapi  kita   para  pekerja  atau  SDM  yang  ada.   terkait dengan pernyataan tersebut.
            tidak  bisa  berbuat  apa-apa  karena   Idhar menjelaskan, sejauh ini masih   ”Sementara ini sudah ditangani sesuai
            keterbatasan,” tegas Idhar.     30-an tenaga perawat masih berstatus   dengan prosedur dan bagi mereka
               Idhar juga menambahkan, bahwa   honorer dan gajinya sebesar Rp. 1 juta   yang tidak mampu tetap akan dirawat
            pihak Rumah Sakit memiliki mobil   per bulan. Jelas Idhar.       di kelas tiga ,” tandas Idhar.
            ambulance yang dipersiapkan untuk      Terkait dengan Jaminan Kesehatan      Sementara itu dalam kunjungan
            mengantar  apabila  tidak  mampu   Masyarakat (Jamkesmas), Anggota   kerjanya ke Provinsi Maluku Utara,
            menampung. ”Kita  punya  mobil   Komisi IX DPR Kasmawati Tahir Z.   Komisi  IX  DPR  menemukan  dua
            ambulance yang siap mengantar jika   Basalamah mempertanyakan apakah   pemegang kartu Jamkesmas justru di
                                            RSUS  Chasan  Boesoeri  pernah   pungut biaya pengobatan. Kenyataan

                                                                               PARLEMENTARIA TH. XL NO. 73  79
   76   77   78   79   80   81   82   83   84   85   86