Page 86 - MAJALAH 73
P. 86
SOROTAN
KESEDERHANAAN WARNAI 2004-2009 sesungguhnya merupakan
implementasi lebih lanjut dari cita-cita
HUT MPR-DPR-RI KE-64 reformasi yang muncul tahun 1998.
Dalam rangka mengemban amanat
rakyat dan tuntutan reformasi tersebut,
Agung menjelaskan bahwa DPR bertekad
merintis reformasi parlemen yaitu upaya
Peringatan Hari Ulang Tahun MPR-DPR-RI ke 64 yang menyempurnakan mekanisme, system dan
berlangsung Jumat 28 Agustus 2009 berbeda dengan prosedur kerja DPR RI.
suasana ulang tahun sebelumnya. Kesedehanaan mewarnai “UU MPR, DPR, DPD dan DPRD
peringatan hari ulang tahun kali yang hanya diisi Pidato yang baru disetujui DPR akan menjadi
Ketua DPR yang menguraikan perjalanan sejarah DPR sejak landasan bagi terwujudnya parliamentary
dilantik 1 Oktober 2004 hingga di ujung pengabdian yang reform,” katanya seraya berharap DPR
akan berakhir 30 September. hasil Pemilu 2009 dapat melanjutkan apa
yang telah dirintis DPR 2004-2009.
Lebih jauh, Ketua DPR menjelaskan
bahwa pada periode pasca reformasi yang
eringatan HUT kali ini begitu juga terasa lebih istimewa karena dihadiri dilalui melalui amandemen UUD 1945
sederhana, tidak ada tumpeng, sejumlah tamu dari Kamboja. “Sidang telah memberikan kepada Dewan posisi
tidak ada karaoke atau Paripurna HUT MPR/DPR hari ini yang sangat kuat didalam menjalankan
menyanyi bersama maupun dihadiri oleh Delegasi Sekretariat Jenderal fungsi-fungsinya.
P Pagelaran Wayang Kulit. Senat dan Sekretariat Jenderal National “Amandemen ini dimaksudkan untuk
Suasana ini bisa jadi karena bersamaan Assembly Parlemen Kamboja,” ujar memberikan keseimbangan kekuasaan
waktunya dengan bulan Ramadlan Agung. antara lembaga legislatif dan lembaga
terlebih ulang tahun ini merupakan Kedatangan tamu tersebut dalam eksekutif, juga mengatur adanya lembaga-
peringatan terakhir bagi anggota DPR rangka study mission yang dipimpin Mr. lembaga negara yang baru dalam system
periode 2004-2009. Bagi yang terpilih lagi Oum Sarith, Sekretaris Jenderal Senat dan kenegaraan dengan pengaturan fungsi
masih cukup bersemangat, tetapi bagi yang Mr. Leng Peng Long, Sekretaris Jenderal dan kewenangannya masing-masing,”
akan meninggalkan gedung wakil rakyat Assembly Parlemen Kamboja. jelas Ketua DPR RI Agung dengan
Senayan sudah bersiap untuk mengisi Dalam sambutannya, Ketua DPR
kegiatannya di luar gedung DPR. mengajak seluruh
Anggota Dewan menambahkan, DPR periode 2004-2009
untuk melakukan telah meletakkan dasar yang baik dan
refleksi perjalanan berharap dapat diteruskan oleh DPR
dan dinamika DPR periode3 2009-2014. “Jika periode 2004-
“Sidang Paripurna peringatan Hari khususnya pada lima tahun terakhir. 2009 saya sebut periode transisi peletakan
Ulang Tahun MPR/DPR kali ini “Melibatkan diri kita sebagai Anggota dasar berdemokrasi dalam parlemen, maka
merupakan yang terakhir kita lakukan, Dewan dalam gerak langkah dalam periode 2009-2014 merupakan periode
karena masa bakti DPR RI masa menyerap, memenuhi dan menyalurkan pemantapan”, tegasnya.
keanggotaan 2004-2009 akan berakhir aspirasi rakyat,” kata Agung. Tugas DPR pada periode
pada tanggal 30 September mendatang,” pemantapan adalah tidak hanya menata
Implementasi reformasi
kata Ketua DPR Agung Laksono. dan membangun kembali demokrasi,
Perayaan hari jadi Dewan tahun ini Ia menilai dinamika DPR RI tetapi harus mengarahkan pelaksanaan
84 PARLEMENTARIA TH. XL NO. 73

