Page 85 - MAJALAH 73
P. 85

KUNJUNGAN KERJA



               “Hal ini dirasakan ketika memasuki era   yang dipimpin Irwan Prayitno (F-PKS)   itu. Semua keputusan fraksi mempunyai
            teknologi informasi,” katanya.   di kantor Dinas Pendidikan Kalimanatan   dalil yang sama-sama kuat,” katanya.
               Kemudian, masih banyak perpustakaan   Selatan, kemarin.       Sedangkan Hafidz Ma’some (F-PPP)
            yang belum memiliki tenaga professional      Dirinya juga menyesalkan penilaian   menilai UAN harus tetap dilaksanakan
            di bidang perpustakaan terutama untuk   UAN yang hanya berfokus pada nilai   tetapi tidak sebagai ukuran penentuan lulus
            perpustakaan/madrasah. Akibatnya banyak   mata pelajaran. Karena tidak sedikit para   atau tidak. Pada kenyataan, pemerintah
            perpustakaan yang tidak dapat dikelola   murid yang mendapatkan nilai memuaskan   bersikap terbalik dengan sikap UAN
            secara optimal.                  dengan grade 9 tetapi dengan hanya satu   sebagai penentu kelulusan.
               “Untuk mengatasi hal ini perlu adanya   mata pelajaran tidak lulus maka murid      Permasalahan  sekarang  dengan
            kebijakan nasional dalam pengangkatan   tersebut sudah dianggap tidak lulus UAN.   diadakannya UAN adalah banyaknya
            tenaga professional di bidang perpustakaan      Mantan  Kepala  Wilayah  Prov   murid yang tidak lulus UAN. Oleh sebab
            seperti halnya guru dan tenaga medis,”   Kalimantan Selatan, Kasim sepakat   itu UAN perlu dilakukan evaluasi kembali
            ujarnya.                         jika kewenangan UAN dilaksanakan   apa tetap dilaksanakan atau tidak. Jika tetap
               Dalam hal anggaran sekolah, UU   secara desentralisasi. Ia pun tidak setuju   dilaksanakan formatnya harus dirubah
            No.43/2007  disebutkan  anggaran   jika pelaksanaan UAN sebagai penentu   bukan sebagai penentu kelulusan.
            perpustakaan sekolah adalah 5 persen   kelulusan. UAN harus dilaksanakan sebagai      Dengan umur DPR yang tinggal
            dari anggaran sekolah belum dapat   bentuk tes peningkatan
            dilaksanakan dengan baik karena belum   mutu pendidikan.


















                                                           DIALOG TOKOH MASYARAKAT, BUDAYAWAN DAN PIMPINAN PTN/
                                                           PTS TERKAIT KURANGNYA TENAGA PROFESIONAL DIBIDANG
                                                           PERPUSTAKAAN DENGAN  TIM KUNKER KOMISI X DPR RI DIPIMPIN
                                                           IWAN PRAYITNO. (14/07)/DIAN ARIVANI/PARLE


            ada kesamaan apresiasi terhadap pentingnya   “Jika perlu UAN
            penyelenggaraan perpustakaan sekolah oleh   tidak ditujukan kepada murid tetapi kepada   2 bulan, pihaknya akan tetap membuat
            instansi lainnya yang seharusnya membina   sekolah untuk menilai kemampuan dari   catatan pekerjaan rumah bagi anggota
            perpustakaan sekolah/madrasah tersebut.   para Kepala Sekolah, Guru, dan tenaga   Komisi X DPR mendatang. UAN harus
                                             terlatih lainnya untuk menentukan standar   dikembalikan sesuai dengan Undang-
            Kewenangan UAN                   sekolah,” katanya.              undang sebagai pemetaan.
               Sejumlah praktisi pendidikan Provinsi      Lebih lanjut Kasim meminta UAN      “UAN tidak mendidik tetapi membuat
            Kalimantan Selatan meminta kewenangan   dilakukan peninjauan kembali atau bahkan   peserta didik dan pendidik untuk menjadi
            Ujian Akhir Nasional diberlakukan secara   mengalihkan fungsi sebagai pengendali   tidak sportif,” ungkapnya. Contoh nyata,
            Desentralisasi. Selama ini UAN lebih   peningkatan mutu pendidikan nasional   pendidik ketika ujian berlangsung banyak
            dianggap sebagai penentu kelulusan tanpa   daripada UAN lebih dianggap sebagai   yang mengajar. Atau murid yang tidak siap
            adanya peningkatan mutu pendidikan dan   suatu masalah.          melaksanakan UAN tetapi murid tersebut
            peran serta daerah dalam memberikan      Menanggapi  pernyataan,  Ketua   masih lulus.
            nilai.                           Komisi X DPR Irwan Prayitno (F-PKS)      Hafidz dapat memahami jika guru
               “Dengan desentralisasi maka ada   mengungkapkan sikap Komisi X terhadAP   daerah mengeluh ketika dirinya telah
            kewenangan daerah dalam memberikan   UAN sampai saat ini tidak ada keputusan   bekerja sekian puluh tahun namun hasilnya
            nilai pada ujian. Selama ini guru hanya   mutlak untuk mendukung ataupun   tidak ada. Hal ini harus diperhatikan
            diberi kewenangan mengajar, tetapi ketika   menolak UAN secara tegas. Dalam komisi   pemerintah dengan evaluasi diri.
            ujian peran guru diabaikan,” ujar H.   ada Fraksi yang mendukung, menolak, dan      “Siapapun yang menjadi menteri
            Mawardi selaku Ketua Asosiasi Kepala   ada yang berada di tengah-tengah.  pendidikan maka UAN harus di evaluasi”.
            Sekolah Kalimantan Selatan saat bertemu      “Konsekuensinya Komisi X sulit   (da)
            Tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI   untuk memutuskan dengan posisi seperti

                                                                               PARLEMENTARIA TH. XL NO. 73  83
   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90