Page 84 - MAJALAH 73
P. 84

KUNJUNGAN KERJA



            dimasukkan tentang kewirausahaan dan   badan hukum pendidikan, sertifikasi   tapis baik di SD, SMP, SMA hingga
            kepemudaan.                     dosen, persoalan riset, masalah kurangnya   perguruan tinggi,” ungkapnya.(et)
               Menurut Didik J. Rachbini, kepala   tenaga guru di Lampung, sekolah rintisan
            rombongan Komisi X itu, kunjungan   berstandar internasional, pemisahan antara  DPR JANJI BERI INSENTIF
            tersebut bertujuan melaksanakan fungsi   pendidikan dasar menengah, dan perguruan  PUSTAKAWAN
            DPR dalam hal pengawasan legislasi   tinggi hingga persoalan terpinggirkannya      Terbatasnya sumber daya manusia
            dan  penganggaran  serta  menyerap   posisi taman kanak kanak (TK) dengan   tenaga pustakawan yang professional di
            aspirasi masyarakat, khususnya di bidang   pendidikan anak usia dini (PAUD).    bidang perpustakaan menjadi perhatian
            pendidikan.                        Sementara Dekan Fakultas Pertanian   khusus  Komisi  X  saat  melakukan
               “Sesuai jadwal DPR RI pada reses   Unila Wan Abas Zakaria mengatakan   pertemuan dengan Badan Perpustakaan
            masa persidangan IV tahun sidang   sangat sepakat dengan rencana Dewan   dan Arsip Daerah Provinsi Kalimantan
            2008--2009, kami dari Komisi X yang   memisahkan kementerian pendidikan   Selatan. DPR berjanji akan memberikan
            mengkhususkan bidang Depdiknas,   nasional  untuk  mengakomodasi   tunjangan profesi kepustakawanan.
                                                                                “Dengan adanya tunjangan profesi
                                                                             pustakawan, diharapkan masyarakat
                                                                             semakin banyak yang ingin menjadi
                                                                             pustakawan,” ujar Ketua tim kunjungan
                                                                             kerja Komisi X DPR, Irwan Prayitno
                                                                             (F-PKS) dengan didampingi 13 anggota
                                                                             tim kunker, di Kalsel, kemarin.
                                                                                Adapun anggota yang mengikuti
                                                                             kunker Komisi X DPR ke Kalsel yakni
                                                                             Murhana Wati Samsi (F-PG), Gusti
                                                                             Syamsumin (F-PG), Ebby Djauharie
                                                                             (F-PG),  Buddy  Asmara  (F-PG),
                                                                             H.Soeratal (F-PDIP), Deddy Sutomo
                                                                             (F-PDIP), Hafidz Ma’some (F-PPP),
                                                                             Daromi Irdjas (F-PPP), Balkan Kaplale
                                                                             (F-PD), Jafar Nainggolan (F-PD), Ade
                                                                             Firdaus (F-PAN), Joko Santoso (F-PAN),
                                                                             dan Timotius Timbul Darsoatmodjo
                                                                             (F-BPD)
                                                                                Menurut Irwan, jumlah pustakawan
            Depbudpar, Kemenagpora, dan Perpusnas   kepentingan perguruan tinggi dan riset   di seluruh Indonesia jumlahnya sangat
            melaksanakan kunjungan untuk melakukan   dengan pendidikan dasar dan menengah.   sedikit dan sangat dirasakan kurang. Hal ini
            komunikasi yang intensif antara DPRRI   “Dengan adanya pemisahan tersebut   disebabkan sedikitnya motivasi masyarakat
            khususnya Komisi X dengan pemda dan   diharapkan pemerintah dapat lebih fokus   menjadi pustakawan dan kurangnya biaya
            lembaga masyarakat di Provinsi Lampung   memperhatikan pendidikan tinggi serta   tunjangan kesehatan.
            berkaitan dengan pelaksanaan kebijakan,   memajukan dunia riset di perguruan      “Ini akan menjadi suatu persoalan yang
            program atau kegiatan pendidikan,   tinggi,” kata dia.           perlu dibahas termasuk anggaran buku,
            kebudayaan dan pariwisata, pemuda      Mengenai kepemudaan, Agustian   pemeliharaan dan sebagainya,” katanya.
            dan olahraga serta penyelenggaraan   staf pengajar muda dari Umitra meminta      Walaupun persoalan perpustakaan saat
            perpustakaan di Provinsi Lampung,” kata   Dewan mengerahkan semangat generasi   ini menjadi milik daerah tetapi menurut
            dia.                            muda ke arah ekonomi kreatif yang kini   Ketua Komisi X DPR, tetap dari Anggaran
               Selain dihadiri Rektor Unila Sugeng   marak di negara Asia.   Pendapatan Belanja Nehara (APBN) perlu
            P. Harianto, pertemuan di ruang Sidang      “Dunia  pendidikan  kita  harus   dianggarkan untuk melindungi keberadaan
            Rektorat  Universitas  Lampung  itu   memiliki konsep yang spesifik, misalkan   perpustakaan dan jumlah pustakawan yang
            juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan   kewirausahaan atau ekonomi kreatif dari   semakin berkurang.
            Provinsi Lampung Jhonson Napitupulu,   tingkat dasar, menengah atas, hingga      Sebelumnya Sekretaris Kepala Badan
            dari Kopertis Wilayah II Diah Natalisa,   perguruan tinggi.      Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi
            Direktur Teknokrat Nasrullah Yusuf,      “Thailand,  Singapura, Vietnam   Kalimantan Selatan Rusmiati Soekirno
            serta utusan dari perguruan tinggi swasta   sekarang telah mengerahkan 20 persen   mengungkapkan permasalahan krusial
            lainnya.                        anggarannya untuk dialokasikan kepada   adalah terbatasnya tenaga professional yang
               Didik memaparkan beberapa pokok   membangun ekonomi kreatif bagi generasi   berlatar belakang pendidikan (S1) Ilmu
            bahasan yang harus ditanggapi oleh   mudanya. Hal inu dapat diterapkan di   Perpustakaan termasuk tenaga terampil
            pimpinan perguruan tinggi baik negeri dan   lampung, misalkan membangun sekolah   yang berlatar belakang (S1) teknologi
            swasta di antaranya mengenai persoalan   dengan konsep ekonomi kreatif khusus   informasi.

            82      PARLEMENTARIA TH. XL NO. 73
   79   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89