Page 59 - MAJALAH 105
P. 59
Dari Simpatisan ke Aktivis Parpol GMNI, Arif langsung bergabung Setelah itu ia dipercaya bergabung
dalam sebuah partai. Berbarengan dalam tim pemenangan pemilu PDI-
Berbekal “wejangan” dari sang dengan hal itu ia dipercaya untuk Perjuangan hingga saat ini.
bunda itu jugalah, sejak SMP Arif menjadi konsultan di tata ruang
mencoba menjadi simpatisan PDI kota. Salah satu hal yang sempat Dipercaya menduduki kursi wakil
(Partai Demokrasi Indonesia), dilakukan oleh Arif adalah mengurus ketua komisi II DPR RI, Arif merasa
karena sejak lama keluarga Arif tower telekomunikasi, lebih masih terus harus belajar untuk
memang berorientasi pada ajaran tepatnya konsep tower terpadu memperbaiki sebuah sistem yang
Soekarno. Lulus SMA, ia mendaftar yang tidak merusak tata kota. Saat ada. Dengan ketiga fungsi atau
di Universitas Negeri Jember (Unej). itu Arif mencoba untuk memberi kewenangan yang dimiliki oleh
Di bangku kuliah Arif yang mengaku pertimbangan tentang bagaimana anggota dewan, ia mencoba ikut
ketika itu masih kerap menarik peraturan daerah yang berlaku, merubah tatanan yang ia anggap
becak, mulai tergerak untuk terjun bagaimana kondisi politiknya. Jika tidak tepat. Pembelajaran yang
langsung ke sebuah organisasi dalam proses pelaksanaannya dilakukan Arif sejak kecil, masih terus
mahasiswa, GMNI (Gerakan ditemui hambatan atau konflik, ialah dilakukannya hingga kini. Ia bahkan
Mahasiswa Nasional Indonesia). yang turut mencarikan solusinya. tidak setuju dengan anggapan
GMNI merupakan organisasi atas bahwa yang diperlukan anggota
sebuah gerakan mahasiswa yang Dari sana, berbekal pengalaman dewan hanyalah dukungan suara
berlandaskan ajaran Marhaenisme berorganisasi didukung dengan dari masyarakat. Bagi Arif, anggota
atau orang yang tertindas. pengetahuan yang ia miliki, baik dewan harus pintar dan wajib
dari bangku kuliah maupun dari mengerti ilmu dan berpengetahuan.
Dari sana kemampuan berpikir berbagai buku serta literatur yang Kalau tidak, maka tidak banyak yang
Arif semakin terasah. Dengan dibaca, Arif didapuk menjadi wakil bisa ia perbuat untuk masyarakat,
cukup cepat ia bisa mendapat pemimpin redaksi (wapemred) bangsa dan Negara.
jawaban akan kondisi sekitar tempat
tinggalnya dulu, dimana sebagian Bagi Arif, anggota dewan harus pintar dan wajib mengerti
besar masyarakat yang bekerja
disektor informal itu mayoritas tidak ilmu dan berpengetahuan. Kalau tidak, maka tidak banyak
bersekolah. Padahal bisa dikatakan yang bisa ia perbuat untuk masyarakat, bangsa dan Negara.
anak-anak tersebut tidak bodoh.
Arif menilai semua itu dikarenakan
miskinnya akses terhadap ekonomi tabloid Suluh Rakyat yang meru- “Kalau mendapat dukungan suara
yang produktif. Miskinnya akses pakan media massa lokal di Bali. terbanyak, itu kan mekanisme
tersebut menurut Arif karena tidak Disaat menjadi wapemred itu, election nya. Tetapi begitu dia
ada kebijakan yang memberikan kedekatannya dengan berbagai menjadi anggota DPR, merancang
dukungan kepada mereka. pihak semakin intens. Termasuk undang-undang, mengawasi
dengan para aktivis LSM (Lembaga kebijakan pemerintah, mengawasi
Dari sana kesadaran politik Swadaya Masyarakat). Tak jarang kinerja pemerintah, kalau dia tidak
Arif semakin tumbuh. Jika awal- Arif diminta para aktivis tersebut punya pengetahuan, bagaimana?.
nya ia bersosialisasi hanya se- untuk ikut dalam pengorganisasian T idak ada knowledge yang
ke dar untuk ikut membantu masyarakat. Ia memberikan ceramah digunakan untuk analisa. Sehingga
memenuhi kebutuhan keluarganya, dan membantu manajemen untuk bukan tidak mungkin ia akan salah
kemudian berkembang untuk beras miskin. Bahkan ia sempat dalam mengambil keputusan. Disini
memperjuangkan kepentingan membantu BAPPENAS mengatur pengetahuan saja tidak cukup, tapi
orang banyak, masyarakat luas, proposal tentang kebijakan subsidi pengalaman juga menjadi bagian
bahkan untuk Negara. BBM saat itu. yang tidak kalah,”ungkap pria
kelahiran 29 Juni 1968 ini.
Meski demikian Arif mengaku, Dapat diduga setelah itu Arif
tidak terbesit sedikitpun cita-cita pun tak ragu lagi untuk terjun Menikah dengan Syarat
untuk menjadi anggota DPR. Sejak langsung dalam dunia politik. Arif
kecil Arif malah lebih bermimpi untuk menganggap lewat jalur politik lah Saat menjadi Wakil pemimpin
menjadi Presiden. Arif kecil berpikir, ia dapat terus membangun negeri. redaksi tabloid lokal di Bali, saat itu
orang paling berkuasa di negeri ini Di PDI-Perjuangan meski hingga ada sebuah protes sosial di keluarga
adalah presiden. Presidenlah yang saat ini ia bukan sebagai pengurus Arif. Sindiran kepada Arif pun kerap
menentukan mati hidupnya rakyat. harian, Arif menduduki beberapa dilontarkan oleh ibu dan ketiga
Jika Presiden salah memimpin ya posisi yang cukup penting. Ia sempat saudara kandung Arif. Kebetulan
matilah rakyat dan Negara ini. menjadi sekretaris Biro Monitoring dari empat bersaudara, Arif lah
dan Evaluasi Badiklat Perusahaan yang belum menikah ketika itu.
Selama tiga belas tahun memimpin untuk partai selama dua tahun. Sementara ketiga adiknya sudah
PARLEMENTARIA EDISI 105 TH. XLIII, 2013 59

