Page 63 - MAJALAH 105
P. 63
penumpang dibawah 20juta orang,
cukup baik. “Kita tadi sudah keliling,
berdialog dengan sejumlah pihak
mulai dari pimpinan sampai petugas
di lapangan seperti portir, saya fikir
persiapan cukup baik,” papar wakil
rakyat dari dapil Sulteng ini.
Sementara itu dalam penjelas-
annya GM PT. Angkasa Pura I
Trikora Raharjo menjelaskan untuk
mengantisipasi lonjakan penumpang
dan jumlah lalu lintas penerbangan,
pihaknya telah siap beroperasi 24
jam. Ia mengakui kesibukan bandara
yang dipimpinnya meningkat pesat.
Bahkan pada jam sibuk melayani 37
penerbangan perjam. “Kita berharap
Komisi V mendukung penyelesaian di pintu perlintasan setiap tahunnya naikkan saja semua jalur rel ini.
Terminal 2 yang sedang dikerjakan,” cukup tinggi, buktinya tadi malam Kita minta PT KAI lebih konkrit
ungkap Trikora yang bicara di Lamongan terjadi kecelakaan di menggarap hal ini,” imbuhnya.
didampingi Danlanud Juanda Kol lintasan tidak dijaga, 3 meninggal,”
Laut (P) Sigit Setianta. kata anggota Komisi V Zulkilfli Direktur Operasi PT KAI Herlianto
Anwar dalam pertemuan dengan yang hadir dalam pertemuan
Dalam peninjauan ke Pelabuhan jajaran pimpinan PT KAI Daops VIII tersebut mengakui sulit untuk
Tanjung Perak, Surabaya Komisi V di Stasiun Pasar Turi, Surabaya. menjaga seluruh pintu perlintasan.
DPR RI meminta otoritas pelabuhan Pada saat arus mudik ini telah diambil
mengawasi dengan ketat kapal Politisi FP Demokrat ini mem- sejumlah langkah diantaranya,
yang akan mengangkut penumpang beri solusi menjalin kerja sama menambah jumlah petugas
mudik Lebaran 2013. Kasus dengan Pemda setempat karena terutama di perlintasan yang ramai
pemberangkatan kapal dengan ia meyakini sejumlah pintu pada saat Lebaran, memasang
penumpang melebihi kapasitas perlintasan baru muncul karena spanduk peringatan atau lampu
perlu dipantau untuk mencegah proses pembangunan, termasuk tanda bahaya pada pintu yang tidak
kasus kecelakaan di laut. “Masalah perumahanan yang berkembang dijaga.
over load penumpang kapal laut pesat. “Kadaops VIII bagus-
agar diperhatikan, kita mencatat baguslah hubungan dengan Pemda. “Beberapa menit sebelum kereta
sejumlah kecelakaan terjadi di laut Datangi bupati, walikota, gubernur melintas lampu ini otomatis akan
karena beban melebihi kapasitas. sampaikan apa yg tidak bisa dijaga. menyala memberi peringatan
Tahun ini jangan sampai ada yang Kita tahu banyak perumahan sering kepada siapa saja yang akan
lolos,” kata anggota Komisi V Bakri. membuka jalur perlintasan baru dan melintas,” kata dia. Pada bagian lain
itukan izinnya diberikan Pemda,” ia juga memaparkan pada Lebaran
Kaget, 477 Pintu Perlintasan tandasnya. kali ini PT KAI meneruskan kebijakan
Kereta Tidak Dijaga tidak ada penumpang berdiri dan
Sementara itu anggota Komisi nama pemegang tiket harus sesuai
Sementara itu tim kunjungan V Agung Budi Santoso meminta KTP. “Langkah ini tahun lalu terbukti
terkaget-kaget mendapat informasi, langkah segera perlu disiapkan berhasil menghadang calo di
ada 477 pintu perlintasan resmi terutama pada saat kepadatan stasiun dan terbukti meningkatkan
kereta api yang tidak dijaga di kendaraan di jalan raya meningkat k e n y a m a n a n p e n u m p a n g , ”
wilayah Daops VIII. Sejumlah pesat pada saat Lebaran nanti. lanjutnya.
anggota mempertanyakan kondisi Disamping itu untuk jangka panjang
ini karena dinilai membahayakan PT KAI perlu mempelajari dengan Pertemuan ditutup dengan
pengguna jalan yang bersinggungan serius ide meninggikan jalur meninjau sejumlah fasilitas di
dengan rel kereta. transportasi rel ini. Stasiun Pasar Turi. Ketua Tim
Kunjungan Spesifik Muhidin M.
“Angka 477 pintu perlintasan KA “Saya mendapat informasi ternyata Said mendapat kehormatan untuk
tidak dijaga ditambah 126 pintu biaya membuat underpass dan fly melepas kereta Kertajaya yang akan
perlintasan liar, itu angka yang serius. over pada setiap persinggungan berangkat menuju Stasiun Senen,
PT KAI perlu memberi perhatian pada kereta api dengan kendaraan lain Jakarta. (si/iky)
kondisi ini, apalagi angka kecelakaan jauh lebih mahal dari pada kita
PARLEMENTARIA EDISI 105 TH. XLIII, 2013 63

