Page 15 - Stabilitas Edisi 196 Tahun 2023
P. 15
menghadirkan kesimpulan yang berguna dana-dana masyarakat di asuransi. lebih modern dan relevan dengan
buat industri. Sebagaimana disebutkan Kini polis asuransi yang dipegang kebutuhan pelanggan. Contoh termasuk
dari data di atas, angka literasi sektor masyarakat akan dijamin pemerintah penawaran asuransi kesehatan yang
asuransi lebih besar dari angka sehingga ketika perusahaan asuransi lebih komprehensif atau paket asuransi
inklusinya. Makna yang bisa diambil terkait dinyatakan bankrut atau gagal perjalanan yang lebih fleksibel.
dari fakta itu bahwa, banyak orang yang bayar uang masyarakat tidak raib begitu Ketiga, diversifikasi bisnis.
sudah memahami seluk beluk asuransi saja. Selanjutnya diharapkan masyarakat Perusahaan asuransi harus makin kreatif
beserta risiko-risikonya, lebih banyak yang masih ragu untuk membeli untuk memperluas cakupan bisnisnya
dari jumlah mereka yang sudah membeli polis asuransi bisa lebih yakin akan dengan memasuki pasar yang berbeda-
produk asuransi. Singkatnya, mereka keberadaan dananya. beda. Misalnya, masuk lebih gesit di
sudah paham asuransi namun masih Oleh karena itu, tahun 2023 ini pasar kesehatan atau keamanan siber.
enggan berasuransi. selayaknya menjadi tonggak penting Keempat, peningkatan keterlibatan
Jika berkaca pada kenyataan bagi asuransi untuk mendongkrak pelanggan. Bisnis asuransi lebih fokus
beberapa tahun belakangan ini maka kita posisinya agar bisa berdiri sejajar dengan pada keterlibatan pelanggan mereka
bisa mengambil benang merah. Sejak perbankan. Ada beberapa catatan yang dengan lebih banyak memberikan
informasi dan interaksi yang lebih
positif. Hal ini dapat dilakukan dengan
Oleh karena itu, tahun 2023 ini selayaknya membentuk komunitas online atau
menjadi tonggak penting bagi asuransi untuk menyediakan informasi yang lebih
berguna melalui platform digital.
mendongkrak posisinya agar bisa berdiri Kendati demikian ada beberapa
sejajar dengan perbankan. tantangan yang harus menjadi perhatian
bagi asuransi agar strategi menyamakan
level permainan dengan bank, atau upaya
2018, publik sering mendengar adanya bisa menjadi acuan bagi pelaku bisnis meroketkan bisnisnya bisa berhasil.
asuransi yang dinyatakan bangkrut untuk terus berupaya menyamakan level Di antaranya adalah meningkatnya
atau dinilai tidak bisa memenuhi permainan di industri keuangan ketika persaingan dari perusahaan asuransi
kewajibannya kepada nasabah (default). berhadapan dengan perbankan. lokal dan internasional.
Sangat mungkin, masyarakat enggan Pertama, tentu pelaku bisnis dan Selain itu juga jangan dilupakan
berasuransi karena khawatir dananya industri secara keseluruhan harus soal perkembangan teknologi yang
akan lenyap karena seringnya terjadi meningkatkan ketersediaan layanan pesat, seperti kecerdasan buatan dan
gagal bayar pada industri asuransi. digital. Dengan semakin meluasnya blockchain, yang akan segera mengubah
Beruntung persoalan tersebut penggunaan teknologi digital di seluruh industri asuransi. Industri asuransi
diprediksi tidak akan berlanjut di masa- dunia, bisnis asuransi perlu mengikuti harus cepat mengadopsi teknologi baru
masa mendatang setelah pemerintah tren ini dengan memperkenalkan tekno- ini untuk dapat menyesuaikan diri
menerbitkan Undang-Undang logi dalam operasi mereka. Misalnya dengan perkembangan zaman.
Pengembangan dan Penguatan Sektor menggalakkan kehadiran insurtech, Last but not least, industri asuransi
Keuangan (P2SK). Di dalam aturan yang sebagaimana fintech di sektor perbankan. harus selalu mempertimbangkan risiko
kerap disebut omnibus law di sektor Kedua, pelaku bisnis harus fokus dan selalu menyiapkan membuat
keuangan itu disebukan bahwa Lembaga pada peningkatan penawaran produk. rencana untuk menghadapi risiko
Penjamin Simpanan (LPS) yang selama Bisnis asuransi harus terus berusaha tersebut. Yang paling utama adalah
ini menjamin dana-dana masyarakat di meningkatkan portofolio produk risiko menghadapi perubahan yang
bank, juga diamanatkan untuk menjamin dengan menghadirkan produk yang pesat.*
www.stabilitas.id Edisi 196 / 2023 / Th.XVIII 15

