Page 28 - Dinamika Pendaftaran Tanah Adat di Kampung Naga
P. 28

bahwa  tanah adat dikuasai oleh  kepala  suku  dan  pengelolaan,
            pemanfaatannya diserahkan ke masing-masing masyarakat adat dengan
            tetap memperhatikan ketentuan  adat  yang berlaku.  Sementara itu,
            Sembiring (2017) menyebutkan bahwa  tanah  adat merupakan  tanah
            kepunyaan bersama sebagai karunia peninggalan nenek moyang kepada
            kelompok yang merupakan masyarakat adat sebagai unsur pendukung
            dan  sumber  penghidupan kelompok  tersebut  sepanjang masa.  Dalam
            tanah adat terdapat tanah bersama yang pemilikan dan penguasaannya
            milik bersama masyarakat  adat  seperti  pasar,  penggembalaan, hutan,
            tanah lapang,  dan jenis  tanah lain  yang  digunakan  untuk kebutuhan
            umum (Simanjuntak, 2015).
                Pengaturan tanah adat terbagi dalam 2 komponen yaitu dari segi formal
            dan informal. Dahlan (2019) menyebutkan bahwa pengaturan tanah adat
            dari segi formal merujuk pada status hukum pengakuan tanah adat pada
            kacamata negara. Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa status hukum
            hak atas tanah di masyarakat adat untuk mendapatkan jaminan hukum
            terhadap suatu hak tanah adat. Hal ini untuk melindungi keberadaan
            masyarakat adat dan  hak-hak  masyarakat adat dalam  mengelola dan
            memanfaatkan sumber daya alamnya secara sah. Sedangkan pengaturan
            tanah adat secara informal diatur berdasarkan kekuasaan dan pengaruh
            pranata adat atau  lembaga adat  yang  berwenang  untuk  mengurus,
            mengatur,  dan mengontrol  jalannya  pola kehidupan masyarakat  adat
            termasuk pola penguasaan dan pemanfaatan tanah di masyarakat adat
            (Sampe, Kimbal and Tulung, 2019). Pengaturan informal ini disebut juga
            dengan penguasaan dan pemanfaatan tenurial di masyarakat adat. Oleh
            karena itu,  pengaturan ini mencakup  aturan  tentang hak masyarakat
            adat terhadap tanah komunal dan tanah individual.


            B.  Hukum Adat, Sistem Tenurial, Masyarakat Adat, dan
                Masyarakat Hukum Adat
                Hukum dalam pendekatan sosial merupakan kesepakatan tentang apa
            yang boleh dan tidak boleh dalam kehidupan bermasyarakat, mencakup
            tingkah laku  dan  perbuatan  sehari-hari (law in cation).  Vollenhoven
            (1981) mengatakan bahwa hukum negara bukan  satu-satunya hukum
            yang berlaku namun  ada hukum lain  yang  secara bersamaan  ada  di



                                                                   BAB 02   9
                                                    Masyarakat Adat dan tanahnya
   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33