Page 134 - Generasi Muda Reforma Agraria
P. 134

Kumpulan Naskah Esai Terbaik Pada Lomba Esai Agraria   113

              Urusan  Pemerintahan  sehingga  kehadirannyadirasa  kurang
              oleh masyarakat.
                  Selain pemimpin formal, ada peran yang pelu diperhatikan
              dalam konteks penyelesaian sengketa tanah, yakni pemimpin

              informal atau  pemimpin  lokal. Menurut  Hofstede  (1991:112),
              pemimpin  lokal adalah  tokoh-tokoh  yang dianggap  penting
              dan disegani oleh masyarakat sehingga keberadaannya berarti,
              serta  mereka  bukan  pejabat  yang diatur  oleh  administrasi

              negar  Berdasarkan pemikiran t  RT  RW  Kadus

              Kades, hingga  Camat  dalam  konteks  ini bukan  pemimpin

                Secara sing  klasii  pemimpin   antara


              pemuka agama, orang yang tinggal lama di wilayah tersebut,
              keturuan tokoh penting, dan tokoh lainnya.


              Belajar dari Kasus Penjualan Tanah Bengkok oleh
              Aparat Desa

                  Kasus  ini bermula  dari inisiatif  Kepala  Desa  Ujung
              Alang yang mengumumkan      bahwa  siapapun  yang dapat
              membuka   lahan  menjadi lahan  produktif  akan  diberi upah
              sepertiga  bagian. Informan  yang saya  wawancarai seperti


              Pak Siswanto  Pak Wahyono  Pak Waris  Pak Suripto dan P




              Slamet mengamini sejarah ini. Kemudian seorang warga, Pak
              Haji Sajali berjanji akan  menggarap  30 hektar, tetapi hanya
              tergarap 15 hektar dan sisanya berupa hutan sehingga banyak
              masyarakat yang membabat kemudian dimiliki secara pribadi
              (private property). Lalu, Kepala  Desa  Ujung Alang menjual
              5 hektarlahan  kepada  pihak  lain  dengan  alasan  membeli
              furniture untuk  kantor  desa. Total luas  lahan  milik  Pak  Haji
   129   130   131   132   133   134   135   136   137   138   139