Page 143 - Land Reform Lokal Ala Ngandagan: Inivasi system Tenurial Adat di Sebuah Desa Jawa, 1947-1964
P. 143

Land Reform Lokal A La Ngandagan


                Benturan ideologis antar kelompok masyarakat
            di pedesaan semacam ini ternyata tidak terjadi di desa
            Ngandagan selama paroh awal dekade 1960-an. Hal ini
            bisa dimengerti mengingat mayoritas warga desa ini adalah
            pengikut PKI. Namun, selain hal tersebut, ada faktor yang
            lebih menentukan lagi, yaitu karena program land reform
            lokal telah dilaksanakan di desa ini semenjak belasan tahun
            sebelumnya. Hasil-hasil positif dari program itu telah
            dinikmati pula oleh mayoritas penduduk desa ini.
                Agaknya hal inilah yang menjelaskan mengapa
            penduduk Ngandagan tidak tergerak untuk terlibat dalam
            gerakan menuntut pelaksanaan UUPA 1960 berikut aturan-
            aturan pelaksanaannya selama era 1960-an itu. Bahkan,
            berbagai ketentuan land reform nasional ini praktis tidak
            pernah diterapkan di desa Ngandagan. Sebaliknya, justru
            land reform inisiatif lokal desa itu sendiri, yang didasarkan
            pada inovasi hukum adat dan sistem tenurial setempat,
            yang terus dipertahankan. Berbagai pengaturan yang telah
            dibuat menyangkut penguasaan tanah dan hubungan
            produksi terus dilanjutkan tanpa dilakukan penyesuaian
            sedikit pun dengan peraturan land reform nasional yang
            baru diterbitkan tersebut.
                Meskipun demikian, pertentangan ideologis bukannya
            tidak mencuat di desa Ngandagan. Hanya saja, hal ini
            berlangsung terutama di antara para elit desa sendiri dan
            bukannya antar dua kelompok masyarakat di desa ini.
            Pangkal pertentangan para elit ini terletak pada kebijakan
            land reform yang digagas dan dijalankan secara gigih oleh
            Soemotirto. Seperti dijelaskan pada Bab 3 terdahulu,



            114
   138   139   140   141   142   143   144   145   146   147   148