Page 22 - Dari Tanah Sultan Menuju Tanah Rakyat
P. 22
Dari Tanah Sultan Menuju Tanah Rakyat
Sukowati dan justru menuntut untuk mempergunakan gelar
sultan serta menuntut separo dari wilayah Pulau Jawa,
termasuk daerah pesisiran yang telah diserahkan kepada
Kumpeni oleh Paku Buwono II. 4
Untuk menghindari terjadinya perang yang dapat
menghabiskan korban lebih banyak, Kumpeni yang diwakili
oleh Gubernur Jawa, N. Hartingh mengadakan perjanjian
Giyanti dengan P. Mangkubumi. Perjanjian Giyanti yang
ditandatangani pada 13 Februari 1733 membagi kerajaan
menjadi dua. Kerajaan itu adalah Kasunanan Surakarta yang
tetap diperintah oleh Sunan Pakubuwono III dan Kasultanan
Yogyakarta yang diperintah Pangeran Mangkubumi. Setelah
5
adanya perjanjian itu, berdirilah Keraton Yogyakarta sebagai
ibukota kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Pembagian itu merupakan tanda berakhirnya perang Pa-
lihan Nagari antara Pangeran Mangkubumi yang berkoalisi
dengan pamannya yang bernama R.M Said, melawan
Susuhunan Paku Buwana III yang didukung Kumpeni.
Dengan demikian, adanya Perjanjian Giyanti itu, sesungguh-
nya secara de facto dan de jure Mataram adalah hak Pemerintah
V.O.C. 6
Dengan adanya Perjanjian Giyanti itu, Kumpeni
mengangkat Mangkubumi sebagai Sultan yang diserahi
4 M.C. Ricklefs, Jogjakarta Under Sultan Mangkubumi 1749-1772:
A History of Division of Java (London: Oxford University Press, 1974),
hlm. 39-56.
5 Dr. Soekanto, Sekitar Jogjakarta 1755-1825: Perdjanjian Gianti-
Perang Dipanegara (Djakarta: Mahabarata, 1952), hlm. 8.
6 Soekanto, op. cit., hlm. 15.
3