Page 92 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 92

BAGIAN  I   71
                                                            Perencanaan

            4.2.  Penyusunan Renja K/L: Tahapan, Isi, dan Pengelompokan
                 Program
                Penyusunan  Rencana Kerja (Renja) Kementerian/Lembaga
            merupakan tahapan lanjutan dari proses perencanaan lima tahunan
            yang sebelumnya tertuang dalam Renstra.  Jika  Renstra berfungsi
            sebagai peta besar arah sektoral selama satu periode pemerintahan,
            maka Renja hadir sebagai dokumen teknokratis yang mengurai secara
            operasional program  dan kegiatan yang akan dilaksanakan  oleh
            setiap kementerian/lembaga dalam satu  tahun anggaran tertentu.
            Renja menjadi simpul penting antara perencanaan dan penganggaran
            tahunan karena memuat seluruh basis kebijakan, kebutuhan sumber
            daya, serta target kinerja jangka pendek yang akan dicapai melalui
            mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

                Secara normatif, kewajiban penyusunan Renja oleh setiap
            kementerian dan lembaga pemerintah pusat tercantum dalam Pasal 7
            Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004. Pasal tersebut menyebutkan
            bahwa Renja disusun setiap tahun dengan mengacu pada RPJM
            Nasional, Rencana Kerja Pemerintah (RKP), dan Renstra K/L. Artinya,
            Renja tidak dapat disusun secara otonom atau sektoral sempit, tetapi
            harus menyesuaikan diri dengan arah kebijakan nasional serta sinkron
            dengan  rencana kerja lembaga  lainnya. Sinkronisasi ini menjadi
            penting terutama dalam penyusunan program lintas sektor, kegiatan
            tematik, dan agenda prioritas nasional yang memerlukan keterlibatan
            banyak pihak dalam waktu yang seragam.

                Proses penyusunan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (Renja
            K/L) diawali dengan telaah terhadap dokumen Renstra yang sedang
            berjalan, evaluasi atas capaian Renja tahun sebelumnya, serta analisis
            terhadap Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan pagu indikatif yang
            telah disampaikan oleh Kementerian Keuangan. Unit perencana di
            setiap K/L kemudian menyusun rancangan awal Renja yang memuat
            usulan program, kegiatan, target keluaran, lokasi, kelompok sasaran,
            serta estimasi kebutuhan anggaran. Rancangan awal ini selanjutnya
            dibahas dalam forum dua pihak antara K/L dan Bappenas untuk
            memastikan  keselarasan  substansi  dengan  arah  kebijakan  RKP.
   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96   97