Page 97 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 97

76     MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            ditegaskan dalam Peraturan Menteri PPN/Bappenas Nomor 1 Tahun
            2021.

                Program yang bersifat spesifik  merupakan jenis  yang dapat
            dirancang dan dilaksanakan secara penuh oleh satu unit kerja eselon
            I dalam satu Kementerian atau Lembaga tertentu tanpa memerlukan
            koordinasi atau ketergantungan dengan pihak  lain. Program ini
            bersumber langsung dari tugas  dan fungsi institusional  K/L yang
            bersangkutan sebagaimana tercantum dalam peraturan perundang-
            undangan dan struktur  organisasi. Contohnya adalah pelaksanaan
            diplomasi bilateral oleh Kementerian Luar Negeri, pembinaan aparatur
            sipil negara oleh Badan Kepegawaian Negara, atau penyelenggaraan
            pendidikan  vokasi di bawah Kementerian Pendidikan. Karakter
            utama dari program spesifik adalah otonomi pelaksanaan dan fokus
            sektoral yang tinggi. Dalam konteks penganggaran, jenis ini lebih
            mudah direncanakan karena memiliki batas yurisdiksi yang jelas dan
            indikator keberhasilan yang relatif langsung.

                Sementara itu, program lintas unit eselon I merupakan bentuk
            klasifikasi program yang  berada di dalam satu  Kementerian atau
            Lembaga, tetapi memerlukan koordinasi antarsatuan kerja atau unit
            organisasi yang berbeda  di bawahnya. Karakteristik program ini
            adalah kompleksitas internal yang lebih tinggi karena pelaksanaannya
            melibatkan kerja sama beberapa unit yang memiliki fungsi berbeda,
            meskipun  tetap  berada  dalam  satu  atap  kelembagaan.  Misalnya,
            Program  Pengelolaan Pertanahan di Kementerian ATR/BPN dapat
            melibatkan Direktorat Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan
            Ruang, Direktorat Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah,
            Direktorat Jenderal Penataan Agraria, Direktorat Jenderal Pengadaan
            Tanah dan Pengembangan Pertanahan, Direktorat  Jenderal
            Pengendalian dan Penertiban, Tanah dan Ruang, Direktorat Jenderal
            Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan, yang masing-masing
            memegang bagian  dari  keseluruhan target kinerja. Dalam kasus
            semacam ini, penyusunan Renja harus mampu menjabarkan peran
            dan kontribusi tiap unit dengan jelas, termasuk alokasi sumber daya,
            pembagian output, dan tahapan kegiatan.
   92   93   94   95   96   97   98   99   100   101   102