Page 95 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 95

74     MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            Kesesuaian  antara  Renja dan RKA-K/L tidak hanya menjadi syarat
            administratif, tetapi juga merupakan indikator konsistensi internal
            perencanaan  lembaga.  Dalam kerangka penganggaran berbasis
            kinerja, Renja menjadi titik acuan pertama dalam memastikan bahwa
            setiap alokasi anggaran  benar-benar ditautkan  dengan hasil yang
            ingin dicapai, bukan semata-mata untuk mengamankan pagu belanja.
                Dengan semakin berkembangnya tuntutan akuntabilitas publik
            dan keterbukaan informasi, penyusunan Renja juga dituntut untuk
            bersifat partisipatif dan transparan. Kementerian/Lembaga didorong
            untuk  melibatkan unit-unit pelaksana, pemangku  kepentingan,
            serta publik pengguna layanan dalam proses identifikasi masalah
            dan penentuan prioritas kegiatan. Partisipasi ini dapat memperkuat
            legitimasi rencana kerja yang disusun, serta menjamin bahwa program
            dan kegiatan benar-benar menjawab kebutuhan nyata masyarakat,
            bukan semata-mata asumsi internal birokrasi.

                Dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan, kualitas
            dokumen  Renja  sangat  menentukan  keberhasilan  pelaksanaan
            program di lapangan. Renja yang disusun tanpa konsistensi dengan
            Renstra, tanpa keterkaitan dengan indikator nasional, atau tanpa
            mempertimbangkan realitas fiskal akan menimbulkan deviasi antara
            perencanaan dan implementasi. Karena itu, penyusunan Renja harus
            dipandang sebagai proses strategis yang memerlukan kepemimpinan
            perencanaan yang kuat, bukan sekadar pelaksanaan rutinitas tahunan.
            Ke depan, peningkatan kualitas Renja akan menjadi salah satu ukuran
            utama dari kematangan sistem perencanaan dan penganggaran
            Indonesia  dalam  mewujudkan  pembangunan  yang  terarah,  efektif,
            dan berorientasi hasil.
   90   91   92   93   94   95   96   97   98   99   100