Page 93 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 93

72     MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            Setelah pagu indikatif diumumkan, pembahasan dilanjutkan dalam
            forum tiga pihak yang melibatkan K/L, Bappenas, dan Kementerian
            Keuangan guna menjamin keterpaduan antara perencanaan teknis
            dan kerangka fiskal tahunan, hingga menghasilkan Rancangan Renja
            K/L (pada bulan Maret). Setelah pagu anggaran definitif ditetapkan,
            Rancangan Renja K/L dimutakhirkan dan disahkan menjadi dokumen
            Renja K/L final (pada bulan Juli).
                Isi dokumen Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (Renja K/L)
            mencerminkan dimensi substantif  dan  administratif  dari rencana
            kerja tahunan  lembaga. Secara substantif, Renja menjabarkan
            prioritas program dan kegiatan yang akan dilaksanakan berdasarkan
            misi, tujuan,  dan sasaran dalam Renstra, serta kebijakan nasional
            dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Setiap program dan kegiatan
            wajib disertai dengan informasi mengenai indikator kinerja, keluaran
            (output), kelompok sasaran, serta estimasi kebutuhan anggaran dan
            sumber pendanaannya. Sementara itu, secara administratif,  Renja
            harus dilengkapi dengan informasi teknis seperti lokasi pelaksanaan,
            unit pelaksana, dan komponen kegiatan, agar  dapat dikonversi
            secara otomatis menjadi bahan penyusunan RKA-K/L melalui sistem
            informasi perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi, seperti
            KRISNA.

                Sebagai contoh, dalam dokumen Renja Kementerian Agraria dan
            Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, tercantum visi, misi, sasaran
            strategis  beserta  indikatornya,  serta  tiga  program  utama  berikut
            sasaran dan  indikator programnya. Salah  satunya adalah Program
            Pengelolaan Pertanahan, dengan sasaran program “Terwujudnya
            kepastian hukum dan keadilan atas tanah melalui pemetaan seluruh
            bidang tanah di Indonesia  secara  sistematis  dan  menyeluruh.”  Di
            dalam program ini terdapat sejumlah kegiatan, di antaranya Kegiatan
            Pengukuran  dan  Pemetaan  Kadastral  di  Daerah,  dengan  sasaran
            “Tersedianya informasi bidang tanah dan ruang yang terpetakan dan
            tervalidasi.” Kegiatan tersebut mencakup beberapa target keluaran
            (KRO/RO), misalnya PBT PTSL Desa/Kelurahan Lengkap Jawa-Bali
            sebanyak  1.000  bidang,  dengan  sumber  dana  Rupiah  Murni,  dan
   88   89   90   91   92   93   94   95   96   97   98