Page 90 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 90

BAGIAN  I   69
                                                            Perencanaan

            ujian awal atas kapasitas perencanaan kementerian/lembaga dalam
            memahami dan menginternalisasi strategi pembangunan nasional ke
            dalam program kerja masing-masing.

                Implikasi lainnya adalah bahwa perubahan arah dalam RKP, baik
            karena faktor eksternal (seperti krisis, bencana, atau dinamika global)
            maupun internal (perubahan kebijakan Presiden), akan langsung
            memengaruhi  substansi  Renja K/L.  Oleh sebab itu, kementerian/
            lembaga perlu memiliki  kapasitas adaptif untuk  merevisi rencana
            kerjanya  secara  cepat  namun  tetap  dalam  kerangka  legal  dan
            akuntabel. Dalam praktiknya, ini sering dilakukan melalui mekanisme
            penelaahan dan revisi Renja K/L, sebagaimana akan diuraikan dalam
            bab selanjutnya.
                Dengan demikian, RKP bukan hanya dokumen teknokratik yang
            berisi daftar prioritas tahunan, tetapi merupakan nodus pengendali
            strategis yang menyatukan perencanaan  sektoral K/L ke dalam
            orkestrasi pembangunan nasional yang utuh. Ia adalah titik artikulasi
            antara kehendak politik Presiden, konsensus birokrasi pembangunan,
            dan batasan fiskal negara. Dalam konteks reformasi perencanaan dan
            penganggaran, memperkuat peran RKP sebagai dokumen pengarah
            Renja K/L adalah prasyarat penting untuk menjamin konsistensi
            kebijakan, efisiensi fiskal, dan efektivitas belanja pembangunan
   85   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95