Page 94 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 94

BAGIAN  I   73
                                                            Perencanaan

            lokasi pelaksanaan di Kota Batam. Komponen keluaran kegiatan ini
            meliputi pemotretan drone, partisipasi masyarakat, serta pengukuran
            dan pemetaan bidang tanah, yang masing-masing memiliki besaran
            anggaran tersendiri. Seluruh rangkaian RO dan komponennya yang
            disusun  secara  berjenjang ini menjadi  satu kesatuan dokumen
            Rencana Kerja (Renja).
                Salah satu aspek penting dalam penyusunan Renja adalah
            klasifikasi dan pengelompokan program. Berdasarkan ketentuan
            dalam Peraturan Menteri PPN/Bappenas Nomor 1 Tahun 2021, program
            dalam Renja dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama: program
            spesifik K/L, program lintas unit eselon I, dan program lintas K/L.
            Program spesifik merupakan program yang hanya dapat dilaksanakan
            oleh satu Kementerian/Lembaga karena kewenangan dan mandatnya
            bersifat eksklusif. Sementara program lintas unit eselon I melibatkan
            koordinasi internal antarbagian dalam satu lembaga, dan program
            lintas  K/L  bersifat  kolaboratif  antarinstansi  yang  bertanggung
            jawab pada satu isu strategis yang sama. Pengelompokan ini penting
            untuk menghindari tumpang tindih, fragmentasi,  atau inefisiensi
            pelaksanaan program yang sering terjadi akibat lemahnya koordinasi
            kelembagaan.
                Selain pengelompokan program, Renja juga wajib mengakomodasi
            pelaksanaan program prioritas nasional yang tercantum dalam RKP.
            Dalam hal ini, program prioritas nasional sebagaimana misi presiden
            contohnya asta cita yang menjadi bagian yang harus dijabarkan dalam
            bentuk kegiatan nyata yang sesuai dengan tugas dan fungsi masing-
            masing  K/L.  Setiap  program  prioritas  tersebut  disertai  dengan
            indikator kinerja dan target capaian tahunan yang akan menjadi alat
            monitoring dan evaluasi lintas kementerian.

                Renja juga memiliki peranpenting dalam mendorong akuntabilitas
            fiskal karena ia menjadi  dokumen penghubung antara kebijakan
            perencanaan dan penyusunan anggaran. Oleh  sebab itu, dalam
            setiap penyusunan Renja, unit perencana wajib mempertimbangkan
            kerangka pengeluaran jangka menengah (KPJM), proyeksi belanja,
            dan  batasan  fiskal  yang  diberikan  oleh  Kementerian  Keuangan.
   89   90   91   92   93   94   95   96   97   98   99