Page 98 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 98

BAGIAN  I   77
                                                            Perencanaan

                Jenis program yang  lebih kompleks  dan menantang dalam
            praktik  pelaksanaan  adalah  program  lintas  Kementerian/Lembaga.
            Program  ini memiliki karakter kolaboratif, multidimensi, dan
            biasanya  berkaitan dengan isu strategis nasional yang tidak  dapat
            ditangani oleh  satu entitas pemerintahan  secara parsial. Program
            lintas K/L umumnya dirancang dalam kerangka prioritas nasional
            sebagaimana tertuang dalam RKP  dan  RPJM. Dalam perencanaan
            jenis ini, harmonisasi menjadi kunci utama karena setiap K/L
            memiliki logika sektoral sendiri, sistem penganggaran yang berbeda,
            serta tanggung jawab output yang tidak selalu sinkron. Oleh karena
            itu, perumusan Renja K/L untuk program lintas K/L harus melewati
            proses sinkronisasi dalam forum koordinasi sektoral dan perencanaan
            bersama yang difasilitasi oleh Bappenas. Ketidaksinkronan pada tahap
            perencanaan  seringkali  menyebabkan  duplikasi  kegiatan,  tumpang
            tindih kewenangan, atau bahkan konflik alokasi anggaran antar-K/L.
                Ketiga jenis program tersebut menunjukkan bahwa desain
            perencanaan tidak dapat dilepaskan dari struktur organisasi, kapasitas
            koordinasi, dan kejelasan mandat kelembagaan. Dalam praktiknya,
            pemahaman yang lemah  atas perbedaan jenis program seringkali
            membuat perencanaan  menjadi seragam, tidak kontekstual, dan
            kehilangan presisi dalam menghubungkan antara input, proses, dan
            output. Karena itu, kejelasan dalam pengelompokan program menjadi
            prasyarat  penting  bagi  integrasi  perencanaan  dan  penganggaran.
            Klasifikasi program ini juga berpengaruh langsung pada desain logika
            intervensi, indikator kinerja, dan strategi evaluasi. Misalnya, program
            spesifik cenderung menggunakan pendekatan evaluasi berbasis hasil
            internal, sementara program lintas K/L memerlukan sistem evaluasi
            terpadu dan mekanisme pertanggungjawaban yang kolaboratif.
                Dengan kata  lain, pengklasifikasian  program  dan kegiatan
            bukan  hanya  langkah  administratif  dalam  menyusun  Renja,  tetapi
            instrumen  penting untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan,
            efisiensi pengelolaan anggaran, dan akuntabilitas lintas organisasi.
            Dalam kerangka reformasi perencanaan dan penganggaran nasional,
            kejelasan atas jenis program menjadi bagian dari upaya mendorong
   93   94   95   96   97   98   99   100   101   102   103