Page 103 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 103

82     MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            sektoral  sepihak, tetapi  hasil proses deliberatif antarsektor  dan
            antarlevel pemerintahan.

                Lebih lanjut, proses penelaahan Renja K/L juga mengharuskan
            dukungan dokumen teknis yang memadai, seperti Kerangka Acuan
            Kegiatan (KAK), Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan dalam kasus
            tertentu, studi kelayakan. Dokumen-dokumen ini bukan pelengkap
            administratif semata, tetapi merupakan dasar penalaran teknokratis
            dan justifikasi fiskal atas intervensi pembangunan yang dirancang.
            Tanpa dukungan dokumen tersebut, program atau kegiatan yang
            diajukan akan kehilangan legitimasi untuk ditetapkan dalam rencana
            anggaran.
                Di sisi  lain, dinamika perencanaan yang bersifat  adaptif dan
            kontekstual menuntut adanya mekanisme perubahan terhadap
            Renja K/L,  baik akibat revisi  RKP, perubahan kebijakan nasional,
            penyesuaian pagu, maupun kondisi kedaruratan yang tidak
            terprediksi. Proses perubahan ini memerlukan tata cara yang jelas
            agar tidak menimbulkan distorsi  terhadap sistem akuntabilitas,
            sekaligus menjamin fleksibilitas lembaga dalam merespons dinamika
            lingkungan strategis.  Oleh karena  itu, bab  ini juga menguraikan
            bagaimana perubahan  Renja  K/L dapat dilakukan secara sah  dan
            terstruktur, tanpa menyalahi prinsip kehati-hatian fiskal dan tujuan
            pembangunan nasional.

                Terakhir, bab ini akan mengulas bagaimana proses penelaahan
            dan perubahan Renja K/L kini telah mengalami transformasi digital
            melalui sistem informasi perencanaan dan penganggaran,  seperti
            KRISNA (Kolaborasi Perencanaan dan Informasi Kinerja Anggaran).
            Digitalisasi  ini tidak  hanya  meningkatkan efisiensi  dan  kecepatan
            proses, tetapi juga memperkuat integritas data, transparansi, serta
            memfasilitasi pengawasan berbasis  sistem. Dengan demikian,
            penelaahan  dan  perubahan  Renja  tidak  lagi  hanya  menjadi  proses
            birokratik tertutup, tetapi merupakan bagian dari sistem manajemen
            kinerja pemerintah yang akuntabel, terbuka, dan berbasis bukti.
   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108