Page 106 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 106

BAGIAN  I   85
                                                            Perencanaan

                Penelaahan  oleh  Bappenas  bertumpu  pada aspek  substantif
            dan teknokratis. Dalam proses ini,  Bappenas mengevaluasi
            kesesuaian setiap program dan kegiatan dalam Renja K/L terhadap
            tema pembangunan nasional tahunan, prioritas nasional yang
            tertuang dalam RKP, serta arah strategis yang bersumber dari RPJM.
            Evaluasi mencakup kelayakan substansi kegiatan, rasionalitas logika
            intervensi, relevansi indikator kinerja (KRO/RO), dan keterpaduan
            antarprogram.  Dalam  praktiknya,  penelaahan  ini  juga  mencermati
            dimensi spasial, seperti pemerataan wilayah dan integrasi kegiatan
            lintas daerah, serta sinkronisasi antarsektor dan antarunit dalam satu
            kementerian/lembaga. Jika ditemukan deviasi atau ketidaksesuaian,
            Bappenas dapat meminta perbaikan  dokumen  Renja sebelum
            dinyatakan layak untuk dibahas dalam forum penganggaran.
                Sementara itu,  Kementerian  Keuangan melakukan penelaahan
            dari  sudut pandang fiskal, mencakup  kesesuaian  usulan program
            dan kegiatan  dengan pagu indikatif, efisiensi  alokasi belanja,
            kesinambungan fiskal dalam kerangka pengeluaran jangka menengah
            (KPJM),  dan konsistensi antara target kinerja  dan kebutuhan
            pembiayaan.  Penelaahan  ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal
            Anggaran melalui sistem yang terintegrasi dengan Bappenas, yakni
            melalui platform KRISNA, yang memungkinkan proses evaluasi
            berjalan serentak secara digital. Peran Kementerian Keuangan dalam
            tahapan ini tidak hanya sebatas “pengendali kas negara”, tetapi juga
            berfungsi sebagai penjaga kredibilitas fiskal negara dan pengawal
            belanja negara agar tetap terarah dan berdaya guna.

                Kolaborasi antara Bappenas dan Kementerian Keuangan dalam
            proses penelaahan  ini mencerminkan model governance  yang
            deliberatif dan  terintegrasi,  di  mana kebijakan dan  fiskal saling
            menguji  dan  memperkuat.  Tidak  jarang,  hasil  penelaahan  dapat
            mengarah pada  restrukturisasi program, realokasi  anggaran, atau
            penghapusan kegiatan yang dianggap tidak  relevan, tidak efisien,
            atau tidak mendukung target pembangunan nasional. Dalam konteks
            inilah, penelaahan Renja K/L menjadi mekanisme filter yang menjaga
            agar  APBN  tidak  menjadi  kumpulan  keinginan  sektoral,  tetapi
   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110   111