Page 111 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 111

90     MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

                Di sisi kelembagaan, perubahan Renja juga mengandung dimensi
            tata kelola yang  signifikan.  Ia mencerminkan kapasitas institusi
            untuk menavigasi ketidakpastian dan menyesuaikan strategi secara
            adaptif tanpa mengorbankan koherensi kebijakan. Perubahan yang
            dilakukan secara terburu-buru, tidak  berbasis data, atau  sekadar
            menjadi instrumen legitimasi belanja darurat akan merusak integritas
            perencanaan nasional. Oleh karena itu, setiap perubahan Renja harus
            tetap tunduk pada prinsip perencanaan yang berbasis bukti (evidence-
            based planning), transparansi prosedural, dan akuntabilitas fiskal.

                Dengan demikian, mekanisme perubahan Renja K/L bukanlah
            bentuk kelemahan perencanaan, melainkan manifestasi dari desain
            sistem yang fleksibel dan resilien. Ia memungkinkan negara untuk tetap
            responsif terhadap tantangan dan peluang baru, sembari menjaga agar
            rencana pembangunan tetap berada dalam kerangka prioritas nasional
            dan batas kemampuan keuangan negara. Dalam konteks reformasi
            sistem anggaran yang semakin menekankan pada hasil, perubahan
            Renja yang terstruktur dan sah secara normatif justru menjadi indikator
            kematangan sistem perencanaan pembangunan nasional.

            5.5.  Digitalisasi dan Dukungan Sistem Informasi dalam
                 Perencanaan

                Transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan telah
            menjadi keniscayaan dalam menjawab kompleksitas, dinamika, dan
            tuntutan efisiensi dalam sistem perencanaan dan penganggaran
            nasional.  Dalam  konteks  penyusunan,  penelaahan,  dan  perubahan
            Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (Renja K/L), digitalisasi bukan
            sekadar instrumen teknis, melainkan bagian integral dari reformasi
            struktural yang bertujuan memperkuat transparansi, integrasi data,
            akuntabilitas, serta efisiensi proses perencanaan pembangunan.
            Kehadiran sistem informasi perencanaan seperti KRISNA (Kolaborasi
            Perencanaan dan Informasi Kinerja Anggaran) merupakan tonggak
            penting dalam upaya membangun sistem perencanaan yang terpadu
            dan berbasis bukti.
   106   107   108   109   110   111   112   113   114   115   116