Page 112 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 112

BAGIAN  I   91
                                                            Perencanaan

                Secara regulatif, keberadaan dan pemanfaatan sistem informasi
            ini berakar pada Peraturan Menteri PPN/Bappenas Nomor 1 Tahun
            2021, yang  secara eksplisit mengatur penggunaan  sistem aplikasi
            untuk mendukung seluruh siklus perencanaan pembangunan, mulai
            dari penyusunan Renstra, Renja, hingga pengendalian dan evaluasi.
            Di sisi lain, aspek integrasi dengan sistem penganggaran nasional
            didukung oleh Peraturan Menteri Keuangan Nomor 60/PMK.02/2021,
            yang menyelaraskan standar biaya dan proses anggaran berbasis
            output dengan data perencanaan yang diunggah melalui sistem
            digital tersebut.  Regulasi ini secara normatif menegaskan bahwa
            dokumen perencanaan yang tidak terinput dan tervalidasi dalam
            sistem informasi resmi tidak dapat dijadikan dasar penyusunan RKA-
            K/L maupun dimasukkan dalam APBN.
                Sistem KRISNA  dirancang sebagai platform kolaboratif yang
            mengintegrasikan proses perencanaan dan penganggaran secara real
            time antara Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Keuangan,
            serta seluruh Kementerian dan Lembaga. Melalui sistem ini, setiap
            unit perencana K/L dapat mengunggah usulan program dan kegiatan,
            melampirkan dokumen pendukung  seperti  KAK dan  RAB,  serta
            menyelaraskan nomenklatur kegiatan dengan keluaran (KRO/RO)
            yang telah ditetapkan secara nasional. Proses penelaahan substansi
            oleh Bappenas dan evaluasi fiskal oleh Kemenkeu dilakukan secara
            paralel  dalam sistem yang sama, sehingga mengurangi duplikasi,
            mempercepat waktu proses, dan memperkuat jejak digital
            pengambilan keputusan.

                Salah satu aspek penting dari digitalisasi ini adalah peningkatan
            transparansi dan keterlacakan (traceability).  Sistem KRISNA
            mencatat  setiap revisi, komentar, persetujuan,  maupun penolakan
            terhadap usulan kegiatan secara elektronik, menciptakan jejak audit
            digital yang dapat diakses oleh para pemangku kepentingan sesuai
            kewenangannya. Hal ini sejalan dengan prinsip open government dan
            evidence-based decision making, yang menjadikan setiap keputusan
            perencanaan dapat diuji logikanya,  ditelusuri asal-usulnya, dan
            dipertanggungjawabkan  secara objektif.  Ke depan,  sistem  ini  juga
   107   108   109   110   111   112   113   114   115   116   117