Page 113 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 113
92 MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional
memungkinkan integrasi dengan data spasial, dashboard kinerja,
hingga sistem informasi monitoring dan evaluasi berbasis indikator
hasil.
Namun, transformasi digital dalam sistem perencanaan tidak
lepas dari tantangan. Beberapa K/L masih menghadapi keterbatasan
kapasitas SDM perencana, lemahnya literasi digital, serta
ketergantungan pada proses manual dalam penyusunan dokumen.
Selain itu, kualitas data input—baik dari sisi akurasi, kelengkapan,
maupun konsistensi antarunit—masih menjadi isu laten yang
berpengaruh terhadap validitas perencanaan secara keseluruhan.
Dalam konteks ini, digitalisasi bukan hanya soal perangkat lunak,
tetapi juga menyangkut pembangunan digital culture di lingkungan
birokrasi perencanaan yang menuntut perubahan cara kerja, pola
koordinasi, dan paradigma pengambilan keputusan.
Digitalisasi sistem informasi perencanaan juga berperan penting
dalam penguatan integrasi vertikal antara pemerintah pusat dan
daerah. Melalui interoperabilitas antara KRISNA dan SIPD (Sistem
Informasi Pemerintahan Daerah) yang dikelola oleh Kementerian
Dalam Negeri, terbuka peluang bagi konsolidasi perencanaan nasional
dan daerah secara lebih sistemik. Langkah ini menjadi penting dalam
mendukung agenda pembangunan lintas wilayah, program tematik
nasional, serta perencanaan berbasis kewilayahan yang selama ini
kerap terfragmentasi akibat perbedaan sistem dan siklus perencanaan
antara pusat dan daerah.
Dengan demikian, digitalisasi dan sistem informasi perencanaan
bukan sekadar alat bantu administratif, tetapi transformasi mendasar
dalam cara negara merancang, mengelola, dan mengevaluasi
pembangunan. Ia memungkinkan penguatan tata kelola berbasis
data, penyederhanaan proses birokrasi, serta pengawasan publik
yang lebih terbuka. Dalam kerangka besar reformasi perencanaan
dan penganggaran nasional, sistem informasi seperti KRISNA
menjadi simbol pergeseran dari perencanaan berbasis dokumen
menuju perencanaan berbasis sistem yang adaptif, kolaboratif, dan
berorientasi hasil.

