Page 116 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 116

BAB  I.

                     PRINSIP DAN KERANGKA

                     UMUM PENGANGGARAN
                     NEGARA








            Dalam konstruksi tata kelola keuangan negara, penganggaran publik
            merupakan poros fundamental yang tidak hanya bersifat teknokratis,
            tetapi juga sarat dengan  dimensi politis dan normatif. Ia menjadi
            artikulasi konkret dari kehendak negara untuk merealisasikan tujuan
            bernegara sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi, melalui alokasi
            sumber daya yang terbatas secara optimal, akuntabel, dan berkeadilan.
            Secara konseptual, dalam mengaktualisasikan perencanaan strategis,
            dibutuhkan sumber daya anggaran yang memadai sebagai fase
            penting  dalam implementasi  strategi  tersebut (Huda et al., 2018;
            Pearce  &  Robinson, 2011; Wheelen et al., 2018; Fard et al.,  2011).
            Dalam konteks ini, penganggaran bukan sekadar proses penyusunan
            angka-angka dalam dokumen fiskal tahunan, melainkan suatu proses
            institusional yang menggambarkan keberpihakan kebijakan, prioritas
            pembangunan, serta konsistensi antara rencana dan realisasi. Dengan
            demikian, memahami prinsip dan kerangka umum penganggaran
            negara  menjadi  keniscayaan  bagi  setiap  aktor  pengelola  fiskal,
            tidak hanya untuk memenuhi aspek legal-formal, tetapi juga untuk
            menjamin keterpaduan antara visi  pembangunan  nasional  dengan
            instrumen fiskalnya.
                Peran strategis penganggaran ditegaskan dalam berbagai regulasi,
            mulai dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan
            Negara yang memberikan landasan konstitusional atas pengelolaan
   111   112   113   114   115   116   117   118   119   120   121