Page 121 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 121

100    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            dilakukan secara tertib, transparan, efisien, efektif, dan bertanggung
            jawab. Dalam kerangka itu, penganggaran publik mengemban enam
            fungsi utamanya dalam  pengelolaan keuangan negara. Pertama,
            fungsi otorisasi menegaskan bahwa APBN menjadi landasan hukum
            bagi pemerintah untuk melaksanakan penerimaan dan pengeluaran
            negara dalam tahun anggaran tertentu. Kedua, fungsi perencanaan
            menjadikan APBN sebagai pedoman strategis bagi pemerintah dalam
            menyusun program dan kegiatan pembangunan selama satu tahun.
            Ketiga, fungsi pengawasan memposisikan APBN sebagai alat evaluasi
            untuk mengukur kesesuaian antara realisasi pembangunan dengan
            rencana yang telah ditetapkan. Keempat, fungsi alokasi menekankan
            peran  APBN dalam menyalurkan sumber daya  secara  efisien  guna
            mendorong produktivitas dan mengurangi ketimpangan ekonomi.
                Selanjutnya,  fungsi  distribusi  mencerminkan  komitmen  APBN
            untuk menjamin pemerataan manfaat pembangunan secara adil dan
            merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Terakhir, fungsi stabilisasi
            menegaskan peran APBN sebagai instrumen makroekonomi untuk
            menjaga stabilitas perekonomian nasional, terutama dalam menghadapi
            gejolak ekonomi global atau domestik. Melalui keenam fungsi ini,
            APBN tidak hanya menjadi dokumen perencanaan fiskal, tetapi juga
            alat untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, keadilan
            sosial, dan pertumbuhan ekonomi yang stabil. Dengan demikian, APBN
            berperan sebagai tulang punggung dalam mewujudkan kesejahteraan
            masyarakat dan ketahanan ekonomi nasional.

                Lebih lanjut, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2017 tentang
            Sinkronisasi  Proses  Perencanaan  dan  Penganggaran  Pembangunan
            Nasional mempertegas  bahwa tujuan penganggaran adalah untuk
            menjamin keterpaduan antara perencanaan dan penganggaran secara
            substansial dan temporal. Pendekatan ini disebut sebagai money follow
            program, di mana belanja negara hanya diarahkan pada program yang
            memiliki dampak nyata  terhadap pencapaian outcome pembangunan.
            Prinsip ini bertujuan untuk mengefisienkan penggunaan anggaran,
            mencegah pemborosan fiskal, serta menegaskan pentingnya evidence-
            based budgeting dalam proses pengambilan keputusan fiskal.
   116   117   118   119   120   121   122   123   124   125   126