Page 120 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 120

BAGIAN  II   99
                                                           Penganggaran

            regulasi. Dengan demikian, fungsi penganggaran bukan hanya untuk
            mengalokasikan anggaran secara  legal-formal, tetapi juga untuk
            menjamin keterpaduan antara perencanaan  strategis dan eksekusi
            belanja publik yang efektif.  Oleh sebab itu, penganggaran dalam
            kerangka  keuangan  negara  memiliki  kedudukan  yang  konstitutif
            sekaligus operasional, yakni sebagai alat legitimasi kebijakan fiskal
            dan sebagai mekanisme kontrol terhadap pelaksanaan belanja negara.
                Urgensi memahami kedudukan penganggaran ini semakin besar
            ketika negara dituntut untuk menghasilkan belanja yang berkualitas
            (quality spending)—sebuah terminologi yang menekankan efisiensi,
            efektivitas, prioritas, dan akuntabilitas dalam  setiap rupiah yang
            dibelanjakan  negara.  Dalam  semangat  tersebut,  penganggaran
            tidak dapat  lagi  dipandang sebagai  domain eksklusif teknokrat
            anggaran, melainkan  harus dilihat  sebagai arena  kebijakan publik
            yang multidisipliner—menggabungkan elemen ekonomi, hukum,
            politik, dan administrasi  negara. Dengan demikian, setiap  babak
            dalam penganggaran negara harus mampu merefleksikan nilai-nilai
            strategis pembangunan nasional dan sekaligus menjawab kebutuhan
            rakyat secara nyata, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

            1.2.  Tujuan dan Fungsi Penganggaran Publik

                Tujuan dan fungsi penganggaran publik dalam sistem keuangan
            negara  tidak  hanya  bersifat  teknis  administratif,  melainkan  juga
            memiliki dimensi normatif dan strategis yang melekat dalam praktik
            pemerintahan  modern.  Secara  esensial,  penganggaran  publik
            ditujukan untuk mengarahkan penggunaan sumber daya negara secara
            optimal guna mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional
            sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi. Fungsi penganggaran
            tidak semata-mata  sebagai mekanisme pengalokasian dana,
            melainkan juga sebagai instrumen kebijakan fiskal yang mengandung
            muatan politis, hukum, ekonomi, dan sosial secara simultan.
                Secara normatif, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang
            Keuangan Negara menegaskan bahwa pengelolaan keuangan negara—
            yang salah satunya diwujudkan dalam proses penganggaran—harus
   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124   125