Page 125 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 125

104    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            perencanaan tidak boleh berhenti  pada  formulasi  target dan  arah
            pembangunan, melainkan harus  diterjemahkan secara konkret ke
            dalam struktur anggaran yang operasional dan terukur. Sebaliknya,
            penganggaran yang tidak ditopang oleh perencanaan yang sistematis
            dan berbasis kebutuhan pembangunan berisiko menjadi instrumentasi
            fiskal yang transaksional, fragmentaris, dan tidak berorientasi hasil.
            Oleh karena itu, integrasi konseptual dan prosedural antara proses
            perencanaan dan penganggaran menjadi prasyarat mutlak dalam
            kerangka fiscal governance yang efektif.

                Landasan normatif keterpaduan ini ditegaskan secara eksplisit
            dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2017 tentang Sinkronisasi
            Proses Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Nasional.
            Regulasi ini hadir sebagai respons atas problematika klasik berupa
            ketidaksinkronan antara dokumen perencanaan dan penganggaran,
            serta untuk memastikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja
            Negara (APBN) benar-benar mencerminkan prioritas pembangunan
            nasional. Pasal 2 PP tersebut menyebutkan bahwa perencanaan dan
            penganggaran pembangunan nasional  harus dilaksanakan  secara
            terpadu, selaras,  dan berkelanjutan melalui pendekatan  money
            follow program, dengan dukungan sistem informasi yang terintegrasi.
            Artinya,  kebijakan fiskal negara harus dibangun dari dokumen
            rencana pembangunan (RPJMN, RKP, Renstra K/L) yang telah
            disusun berdasarkan analisis kebutuhan, sasaran kinerja, dan potensi
            pembiayaan.

                Aspek prosedural dari keterkaitan ini dijabarkan lebih lanjut
            dalam Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penyusunan
            Rencana Kerja dan Anggaran, yang mengatur penyusunan RKA-K/L
            dan  RKA-BUN  sebagai  instrumen  fiskal  yang  disusun  berdasarkan
            hasil pemadanan  antara kebijakan  pembangunan dengan batasan
            fiskal. Proses penyusunan tersebut mencakup penelaahan terhadap
            Rencana  Strategis  Kementerian/Lembaga  (Renstra  K/L),  Rencana
            Kerja (Renja K/L), serta prioritas nasional sebagaimana termuat dalam
            Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Dengan demikian, struktur RKA
            merupakan cerminan operasional dari  perencanaan  pembangunan
   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129   130