Page 126 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 126

BAGIAN  II   105
                                                           Penganggaran

            yang telah ditetapkan sebelumnya, bukan produk politik anggaran
            yang muncul secara ad hoc.

                Dalam praktik teknisnya, keterkaitan antara perencanaan dan
            penganggaran  juga  dipertegas  dalam  Peraturan  Menteri  Keuangan
            Nomor 62 Tahun 2023, yang mengatur bahwa penyusunan anggaran
            harus didasarkan  pada hasil  konsolidasi  antara target  kinerja  dan
            kapasitas fiskal. Dalam Pasal 3 ayat (2) regulasi tersebut, dinyatakan
            bahwa penganggaran  harus  mencerminkan keterpaduan antara
            perencanaan, pelaksanaan, akuntansi, dan pelaporan. Artikulasi ini
            menunjukkan bahwa perencanaan dan penganggaran bukan dua
            domain yang terpisah, tetapi satu siklus berkelanjutan yang saling
            mengandaikan secara substantif. Oleh karena itu, keterkaitan antara
            perencanaan dan penganggaran nasional  bukan  semata kewajiban
            prosedural,  melainkan  suatu  keniscayaan  institusional  untuk
            menjamin efektivitas kebijakan publik dan efisiensi belanja negara.
            Ketika perencanaan dan penganggaran terfragmentasi, maka belanja
            negara  kehilangan arah  strategisnya. Sebaliknya, ketika keduanya
            terintegrasi,  maka  APBN  menjadi  instrumen  pembangunan  yang
            berdaya transformasi dan memiliki legitimasi fiskal yang kuat.
   121   122   123   124   125   126   127   128   129   130   131