Page 128 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 128

BAGIAN  II   107
                                                           Penganggaran

            1.5.  Dasar Hukum dan Regulasi Penganggaran (UU 17/2003, PP
                 17/2017, PP 6/2023)
                Dasar hukum  dan regulasi  penganggaran di  Indonesia
            membentuk kerangka normatif yang tidak hanya menjamin kepastian
            hukum dalam pelaksanaan fiskal negara, tetapi juga menetapkan
            prinsip-prinsip  tata  kelola  keuangan  yang  akuntabel,  transparan,
            dan berorientasi pada hasil. Tiga regulasi utama yang menjadi pilar
            dalam sistem penganggaran nasional adalah Undang-Undang Nomor
            17 Tahun 2003 tentang  Keuangan  Negara, Peraturan Pemerintah
            Nomor 17 Tahun 2017 tentang Sinkronisasi Proses Perencanaan dan
            Penganggaran Pembangunan Nasional, serta Peraturan Pemerintah
            Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penyusunan  Rencana Kerja dan
            Anggaran.  Ketiganya membentuk kesatuan  sistem regulatif yang
            mengatur secara berlapis mulai dari asas, prinsip, hingga prosedur
            teknis penyusunan anggaran.

                Sebagai  rujukan  hukum  tertinggi  dalam  tata  kelola  fiskal,  UU
            No.  17  Tahun  2003 meletakkan fondasi konseptual pengelolaan
            keuangan negara, termasuk penganggaran, sebagai satu sistem yang
            utuh dan terpadu. Pasal 1 ayat (7) mendefinisikan anggaran sebagai
            rencana keuangan tahunan pemerintah yang disetujui oleh  DPR.
            Lebih jauh, Pasal 3 mengatur bahwa pengelolaan keuangan negara
            harus dilakukan secara tertib, taat pada peraturan, efisien, ekonomis,
            efektif,  transparan,  dan  bertanggung  jawab.  Undang-undang
            ini  juga  menegaskan  fungsi  anggaran  sebagai  alat  perencanaan
            dan pengendalian, sekaligus sebagai sarana  mewujudkan tujuan
            bernegara. Dengan kata lain, UU ini memberikan legitimasi hukum
            sekaligus arahan normatif bagi semua perangkat regulasi teknis di
            bawahnya.

                Kerangka tersebut diperkuat oleh PP No. 17 Tahun 2017, yang
            memperjelas hubungan  antara perencanaan dan penganggaran
            pembangunan nasional. Pasal 2 menegaskan bahwa kedua proses
            tersebut harus dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan, agar
            APBN benar-benar mencerminkan arah dan prioritas pembangunan
            nasional. Regulasi ini mengatur siklus waktu, pendekatan substantif,
   123   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133