Page 132 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 132

BAGIAN  II   111
                                                           Penganggaran

            menengah-panjang (RPJMN/RPJP) ke dalam kerangka operasional
            tahunan. Namun, kehadiran RKP tidak akan efektif jika tidak diikuti
            oleh sinkronisasi substantif dengan instrumen fiskal utama negara,
            yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Oleh karena
            itu,  sinergi  dan keterpaduan  antara  RKP dan  APBN bukan  hanya
            menjadi kebutuhan teknis, melainkan keniscayaan struktural yang
            ditegaskan secara eksplisit dalam regulasi negara.
                Dasar hukum  yang menegaskan  keterkaitan dan  sinkronisasi
            antara  RKP dan APBN tertuang dalam Peraturan Pemerintah
            Nomor 17 Tahun 2017 tentang Sinkronisasi Proses Perencanaan dan
            Penganggaran Pembangunan Nasional. Dalam Pasal 2 disebutkan
            bahwa perencanaan dan penganggaran pembangunan nasional
            harus dilaksanakan  secara  terpadu,  selaras,  dan berkelanjutan.
            Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa program  dan
            kegiatan yang tercantum dalam  dokumen anggaran benar-benar
            merepresentasikan arah pembangunan nasional yang telah ditetapkan
            dalam RKP. Prinsip ini menjadi landasan utama dalam upaya menutup
            fiscal-policy gap, yaitu ketidaksesuaian antara dokumen perencanaan
            dan implementasi fiskalnya.
                Lebih lanjut, Pasal 3 PP 17/2017 memperkenalkan  pendekatan
            money follow program, yang mengharuskan proses penganggaran
            mengikuti program-program prioritas nasional sebagaimana
            termuat dalam RKP. Pendekatan ini menandai pergeseran dari pola
            penganggaran sektoral dan birokratis ke arah penganggaran berbasis
            hasil (result-based budgeting), di  mana belanja  negara diarahkan
            pada capaian kinerja yang konkret dan terukur. Dengan demikian,
            RKP tidak hanya menjadi dokumen normatif perencanaan, tetapi
            juga menjadi rujukan utama dalam penyusunan Rencana Kerja dan
            Anggaran (RKA) oleh kementerian/lembaga, serta dasar pertimbangan
            dalam penetapan pagu anggaran.

                Sinkronisasi ini  dijabarkan lebih teknis dalam Peraturan
            Pemerintah Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penyusunan Rencana Kerja
            dan Anggaran, khususnya dalam Pasal 5 hingga Pasal 9, yang mengatur
            bahwa penyusunan RKA oleh K/L dan BUN harus memperhatikan
   127   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137