Page 136 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 136

BAGIAN  II   115
                                                           Penganggaran

            RKA bukan hanya menjadi kerangka metodologis, tetapi juga wujud
            konkret dari upaya negara untuk membangun sistem penganggaran
            yang rasional, akuntabel, dan berbasis hasil.

                Menurut Pasal 6 Peraturan Pemerintah Nomor  6 Tahun 2023
            tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran, penyusunan RKA
            dilakukan dengan tiga  pendekatan  utama: penganggaran  terpadu,
            penganggaran berbasis kinerja,  dan kerangka pengeluaran jangka
            menengah. Pendekatan penganggaran terpadu menghapus dikotomi
            historis antara anggaran rutin dan pembangunan. Semua jenis
            belanja, baik  operasional, modal, subsidi, maupun belanja sosial,
            disusun dalam satu sistem anggaran yang saling terintegrasi dalam
            dokumen RKA. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan bahwa
            setiap rupiah yang dibelanjakan mendukung pencapaian output dan
            outcome pembangunan.

                Pendekatan kedua, yaitu penganggaran berbasis kinerja,
            menempatkan hasil  sebagai orientasi utama  dalam penyusunan
            anggaran. Tidak lagi cukup hanya mencatat alokasi dan realisasi, setiap
            program dan kegiatan dalam RKA harus memiliki indikator kinerja
            yang jelas, terukur, dan dapat dievaluasi. Pendekatan ini menuntut
            kementerian/lembaga untuk tidak hanya menyusun daftar belanja,
            tetapi juga menyusun  logika kebijakan yang memuat keterkaitan
            antara input, proses, output, dan outcome.

                Untuk  memastikan pendekatantersebut  berjalan  secarakonsisten,
            negara menetapkan instrumen penyusunan RKA yang bersifat wajib
            dan normatif, sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Peraturan Menteri
            Keuangan Nomor 62  Tahun  2023 tentang  Perencanaan  Anggaran,
            Pelaksanaan Anggaran,  serta Akuntansi  dan Pelaporan Keuangan.
            Instrumen utama tersebut mencakup: indikator kinerja, evaluasi
            kinerja, dan standar biaya. Ketiganya menjadi instrumen teknokratik
            yang menjamin bahwa penyusunan anggaran tidak bersifat subjektif
            atau sektoral, melainkan berbasis data, target kinerja, dan parameter
            yang objektif.
   131   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141