Page 137 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 137

116    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

                Indikator kinerja  digunakan untuk mengukur efektivitas  dan
            efisiensi program  dan kegiatan. Ia mencerminkan  apa yang ingin
            dicapai oleh kementerian/lembaga dalam suatu tahun anggaran dan
            menjadi dasar dalam menetapkan target dan  capaian yang harus
            dipenuhi. Setiap program dan kegiatan wajib memiliki  indikator
            output (luaran) dan, bila memungkinkan, indikator outcome (hasil),
            yang kuantitatif dan realistis.
                Sementara itu, evaluasi kinerja menjadi instrumen retrospektif
            yang digunakan untuk  menilai sejauh mana realisasi anggaran
            sebelumnya berhasil mencapai target yang telah ditetapkan.
            Evaluasi ini bukan sekadar penilaian administratif, melainkan proses
            penelaahan substantif yang berdampak pada pengalokasian anggaran
            tahun berikutnya. Program atau kegiatan yang terbukti tidak efektif
            atau tidak  mendukung  prioritas nasional dapat dieliminasi atau
            direstrukturisasi.

                Instrumen ketiga, yaitu standar biaya, berfungsi  sebagai
            batasan  normatif  dalam  penyusunan  anggaran,  sehingga  setiap
            usulan anggaran memiliki dasar pembenaran yang objektif dan
            dapat  dipertanggungjawabkan.  Standar  biaya  ini  ditetapkan  oleh
            Kementerian Keuangan dan bersifat mengikat. Ia mencakup antara
            lain Standar Biaya Masukan (SBM), Standar Biaya Keluaran (SBK),
            dan Standar  Struktur  Biaya (SSB), yang  seluruhnya dimaksudkan
            untuk menghindari pemborosan anggaran dan menjamin kesetaraan
            perlakuan antar unit kerja.
                Dengan adanya pendekatan dan instrumen tersebut, penyusunan
            RKA menjadi lebih  dari sekadar penyusunan angka-angka. Ia
            menjelma sebagai proses strategis yang menggambarkan bagaimana
            arah kebijakan pemerintah diartikulasikan ke  dalam perencanaan
            fiskal yang kredibel, akuntabel, dan berorientasi hasil. Sistem ini
            juga menciptakan mekanisme kontrol dan evaluasi yang sistemik
            dan berbasis data, yang pada  gilirannya  memperkuat  integritas
            pengelolaan keuangan negara dalam kerangka good fiscal governance.
   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142