Page 140 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 140

BAGIAN  II   119
                                                           Penganggaran

                Setelah pagu indikatif  disampaikan kepada kementerian/
            lembaga, tahap  selanjutnya adalah penyusunan Renja K/L yang
            dijadikan dasar bagi perumusan RKA-K/L awal. Pada saat bersamaan,
            dilakukan pembahasan pendahuluan antara Kementerian Keuangan,
            Bappenas,  dan  K/L untuk menyempurnakan rencana program,
            kegiatan,  dan  keluaran  yang  ingin  dicapai.  Proses  ini  kemudian
            mengarah pada pembentukan pagu anggaran, yakni besaran
            anggaran yang lebih final dibandingkan pagu indikatif. Pagu anggaran
            mempertimbangkan hasil penelaahan atas RKA yang diajukan K/L,
            serta penyesuaian berdasarkan keterbatasan fiskal, skala  prioritas,
            dan rencana pengalokasian dana lintas fungsi.

                Setelah pagu anggaran disepakati, kementerian/lembaga
            menyusun RKA-K/L berdasarkan  pagu  tersebut. Penyusunan  RKA
            dilakukan menggunakan  aplikasi e-RKA dan disusun berdasarkan
            struktur  program,  kegiatan, subkegiatan, serta output  dan target
            kinerja yang terukur. Dalam proses ini, kementerian/lembaga
            diwajibkan menggunakan tiga instrumen utama: indikator kinerja,
            hasil evaluasi kinerja tahun sebelumnya, serta standar biaya masukan
            dan keluaran yang ditetapkan oleh Kementerian  Keuangan.  RKA
            yang disusun pada tahap ini harus mencerminkan pendekatan
            penganggaran  berbasis  kinerja  (performance-based  budgeting)
            dan prinsip money follow program, di mana alokasi dana diarahkan
            kepada program prioritas dan kegiatan yang jelas capaian hasilnya.

                Tahap berikutnya adalah penelaahan RKA oleh Direktorat Jenderal
            Anggaran (DJA)  Kementerian  Keuangan.  Penelaahan dilakukan
            terhadap kesesuaian RKA dengan pagu anggaran, konsistensinya
            dengan dokumen  perencanaan nasional, serta kepatuhannya terhadap
            ketentuan normatif seperti standar biaya dan ketentuan teknis
            belanja.  Hasil  penelaahan  ini  disempurnakan  melalui  pembahasan
            bersama  dan  dituangkan  ke  dalam  pagu  alokasi  anggaran.  Pagu
            alokasi ini merupakan rincian definitif atas besaran anggaran per unit
            eselon I dan satuan kerja di lingkungan K/L yang telah disesuaikan
            dengan  hasil  pembahasan  bersama  DPR.  Dengan  kata  lain,  pagu
   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145