Page 144 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 144

BAGIAN  II   123
                                                           Penganggaran

            2.5.  Klasifikasi Anggaran: Organisasi, Fungsi, Jenis Belanja, dan
                 Pembiayaan
                Salah  satu fondasi teknis yang menopang keakuratan dan
            akuntabilitas  penganggaran negara adalah sistem klasifikasi anggaran.
            Klasifikasi ini bukan hanya nomenklatur administratif, melainkan
            suatu konstruksi konseptual yang merefleksikan struktur, arah, dan
            sifat belanja negara secara sistematis. Di dalam sistem penganggaran
            berbasis kinerja seperti yang dianut dalam kerangka APBN Indonesia,
            klasifikasi anggaran berperan sentral dalam menjamin transparansi
            fiskal, efisiensi distribusi sumber daya, serta konsistensi antara
            rencana dan  realisasi anggaran. Ketentuan mengenai klasifikasi
            anggaran  secara resmi diatur dalam Peraturan  Menteri Keuangan
            (PMK) Nomor 102 Tahun 2018, yang menetapkan  empat dimensi
            utama klasifikasi: klasifikasi organisasi, klasifikasi fungsi, klasifikasi
            jenis belanja, dan klasifikasi pembiayaan.

                Pertama, Klasifikasi organisasi merupakan elemen fundamental
            dalam  sistem penganggaran  negara yang  berfungsi  untuk
            mengidentifikasi  dan mengelompokkan unit pelaksana anggaran
            berdasarkan  struktur  kelembagaan  pengelola  APBN.  Dalam
            kerangka ini, organisasi diklasifikasikan menurut tiga level utama,
            yaitu kode Kementerian Negara/Lembaga (K/L), unit  organisasi
            (umumnya setingkat eselon I), dan  satuan kerja (satker). Tujuan
            utama dari klasifikasi ini adalah untuk menetapkan secara tegas
            otoritas pelaksana anggaran, mempermudah proses monitoring dan
            pengendalian internal, serta mendukung audit  dan akuntabilitas
            publik yang tertelusur secara administratif.

                Sebagai ilustrasi, dalam Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
            Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), program dukungan
            manajemen akan dikaitkan secara eksplisit dengan unit eselon I yang
            relevan dan dilaksanakan oleh satuan kerja di tingkat daerah. Contoh
            konkret adalah kode  organisasi “056.01.WA.022209”, yang secara
            berturut-turut merepresentasikan: kode  Kementerian  ATR/BPN  (056),
            unit  organisasi Sekretariat Jenderal (01), kode program Dukungan
            Manajemen  (WA),  serta  kode  satuan  kerja  Kantor  Pertanahan
   139   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149