Page 145 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 145

124    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            Kabupaten Pangandaran (022209). Melalui sistem klasifikasi hierarkis
            ini, seluruh alokasi dan  realisasi anggaran dapat dipetakan  secara
            sistematis dan terstruktur berdasarkan tanggung jawab kelembagaan,
            sehingga mendukung prinsip transparansi, efisiensi, dan efektivitas
            dalam tata kelola keuangan negara.
                Kedua, klasifikasi fungsi memberikan dimensi tematik terhadap
            belanja negara dengan menjawab pertanyaan untuk apa dan dalam
            rangka memenuhi fungsi  pemerintahan apa  suatu alokasi anggaran
            dilakukan. Berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan
            (PMK) Nomor 102 Tahun 2018, fungsi belanja diklasifikasikan  ke
            dalam dua tingkatan, yaitu fungsi dan subfungsi. Terdapat sebelas
            fungsi utama dalam sistem ini, antara lain: fungsi pelayanan umum,
            pertahanan, ketertiban dan keamanan, ekonomi, lingkungan hidup,
            serta perlindungan sosial. Subfungsi, di  sisi  lain, menguraikan
            cakupan fungsi tersebut secara lebih spesifik sehingga memudahkan
            pemetaan dan analisis kebijakan fiskal yang lebih terfokus.

                Klasifikasi ini memiliki arti strategis dalam konteks pengukuran
            efisiensi  dan  efektivitas  alokasi  anggaran  negara,  karena
            memungkinkan pemerintah untuk melihat seberapa besar perhatian
            fiskal diarahkan pada bidang-bidang pembangunan tertentu—
            seperti pendidikan, kesehatan, atau pengurangan kemiskinan. Dalam
            konteks ini, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan
            Nasional (ATR/BPN) diklasifikasikan ke dalam fungsi Perlindungan
            Lingkungan Hidup (kode 05) dan secara lebih spesifik pada subfungsi
            05.05, yaitu Tata Ruang dan Pertanahan. Penempatan ini menegaskan
            bahwa seluruh program dan kegiatan  Kementerian ATR/BPN
            diarahkan untuk mendukung fungsi negara dalam pengelolaan ruang
            dan pertanahan  yang berkelanjutan,  adil,  dan  terintegrasi  dengan
            perlindungan lingkungan hidup.

                Ketiga, klasifikasi jenis belanja mengacu pada sifat ekonomi dari
            pengeluaran yang dilakukan negara. PMK 102/2018 membaginya ke
            dalam kelompok belanja  pegawai,  belanja barang, belanja modal,
            belanja bantuan  sosial,  dan belanja  lainnya yang disesuaikan
            dengan  standar  akuntansi  pemerintah.  Klasifikasi  jenis  belanja
   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150