Page 150 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 150

BAGIAN  II   129
                                                           Penganggaran

            3.2.  Bagian Anggaran: Kementerian/Lembaga dan Bendahara
                 Umum Negara (BA-K/L dan BA-BUN)
                Salah  satu unsur paling fundamental  dalam  struktur APBN
            adalah pengelompokan alokasi belanja negara ke dalam  Bagian
            Anggaran (BA), yang mencerminkan tanggung jawab kelembagaan
            atas pelaksanaan anggaran. Dalam nomenklatur fiskal Indonesia,
            sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 13 Undang-Undang Nomor 17
            Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, belanja negara terbagi atas
            belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah. Belanja pemerintah
            pusat kemudian disusun dalam  Bagian Anggaran Kementerian/
            Lembaga (BA-K/L) dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara
            (BA-BUN). Konstruksi ini merepresentasikan peran kelembagaan dan
            sekaligus  skema  fungsi  fiskal  antara  operasional  kelembagaan  dan
            pengelolaan fiskal strategis nasional.

                BA-K/L adalah alokasi anggaran yang diberikan kepada masing-
            masing Kementerian atau Lembaga pemerintah  nonkementerian
            untuk mendanai program, kegiatan, dan  output yang  menjadi
            kewenangan sektoral  mereka.  Dokumen RKA-K/L dan  selanjutnya
            DIPA disusun berdasarkan bagian anggaran ini. Dalam regulasi teknis,
            seperti PMK Nomor 62 Tahun 2023 jo. PMK Nomor 107 Tahun 2024,
            bagian anggaran K/L menjadi instrumen sentral dalam pengendalian
            anggaran dan pelaksanaan kegiatan. BA-K/L mencerminkan prinsip
            desentralisasi administratif dalam kerangka pengelolaan APBN,  di
            mana setiap K/L bertanggung jawab penuh terhadap capaian kinerja
            yang tertera dalam RKA-nya.

                Sementara  itu, BA-BUN  mengacu pada  bagian anggaran yang
            dikelola langsung  oleh  Bendahara Umum Negara, yaitu  Menteri
            Keuangan,  yang tidak melekat  pada satu K/L  tertentu. BA-BUN
            mencakup belanja strategis dan lintas sektoral, seperti pembayaran
            bunga utang, subsidi energi, belanja cadangan, pengeluaran
            pembiayaan, serta belanja lainnya yang tidak dapat didistribusikan
            langsung  ke satu  entitas kelembagaan. Secara  normatif, BA-BUN
            dijelaskan dalam Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2023
            dan dijabarkan lebih lanjut dalam sistem klasifikasi anggaran oleh
   145   146   147   148   149   150   151   152   153   154   155