Page 151 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 151

130    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            PMK 102 Tahun 2018. Dalam konteks pengendalian fiskal, BA-BUN
            berfungsi sebagai katup pengaman fiskal (fiscal buffer), yang fleksibel
            dalam menjawab dinamika kebijakan makro dan risiko eksternal.

                Dengan demikian, pemahaman terhadap klasifikasi antara BA-
            K/L dan BA-BUN tidak sekadar penting untuk teknisi anggaran, tetapi
            juga strategis dalam konteks fiscal accountability, karena menegaskan
            locus tanggung  jawab  kelembagaan  dan  membuka  ruang evaluasi
            efektivitas masing-masing bagian anggaran dalam mencapai outcome
            pembangunan nasional.

            3.3.  Jenis Belanja: Belanja Pegawai, Barang, Modal, Bansos, dan
                 Lain-lain
                Dalam struktur penganggaran negara yang modern, klasifikasi
            jenis belanja tidak hanya berfungsi sebagai sistem teknis penyusunan
            anggaran, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam memastikan
            efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas penggunaan dana publik. Jenis
            belanja, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 PMK Nomor 62 Tahun
            2023, merupakan klasifikasi penting dalam segmentasi anggaran,
            yang secara substansial menggambarkan peruntukan dan  sifat
            penggunaan dana yang melekat pada kegiatan pemerintahan. Jenis
            belanja ini menjadi salah satu komponen dari Klasifikasi Anggaran,
            sebagaimana dimandatkan  dalam Pasal 8 ayat (1) huruf d angka 3
            regulasi yang sama.

                Struktur jenis belanja dibedakan secara eksplisit antara belanja
            pada Kementerian/Lembaga (BA-K/L) dan belanja pada Bendahara
            Umum Negara (BA-BUN). Pada bagian anggaran K/L, jenis belanja
            terbagi menjadi empat kategori utama: Belanja Pegawai,  Belanja
            Barang dan Jasa, Belanja Modal, dan Belanja Bantuan Sosial. Masing-
            masing jenis ini memiliki karakteristik dan logika penggunaan yang
            berbeda, serta tunduk pada prinsip penganggaran berbasis kinerja
            dan kaidah keuangan negara.

                Belanja Pegawai  mencakup seluruh pengeluaran  yang terkait
            dengan kompensasi pegawai, baik gaji pokok, tunjangan kinerja,
            honorarium,  maupun  tunjangan  lain  yang  sah.  Jenis  belanja  ini
   146   147   148   149   150   151   152   153   154   155   156