Page 152 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 152

BAGIAN  II   131
                                                           Penganggaran

            memiliki dimensi  regulatif yang ketat karena menyangkut hak
            pegawai dan dikendalikan melalui ketentuan kepegawaian  serta
            norma standar biaya. Belanja Barang dan Jasa, di sisi lain, diarahkan
            untuk mendukung kelangsungan  operasional instansi pemerintah,
            seperti belanja alat tulis kantor, biaya perjalanan dinas, sewa gedung,
            hingga  pengadaan  jasa  teknis  lainnya  misalnya  jasa  lainnya  dalam
            pengukuran dan pemetaan bidang tanah PTSL oleh penyedia. Belanja
            ini sering menjadi locus dari efisiensi belanja publik, terutama dalam
            konteks reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan pemerintah.

                Belanja Modal dikhususkan untuk pengeluaran yang menghasilkan
            aset tetap atau barang milik negara dengan manfaat lebih dari satu
            tahun anggaran, seperti pembangunan gedung, pengadaan peralatan,
            atau infrastruktur publik. Penganggaran pada jenis ini harus tunduk
            pada prinsip nilai manfaat jangka panjang dan ketepatan perencanaan
            teknis, misalnya pembelian Drone atau GPS. Sementara itu, Belanja
            Bantuan Sosial diperuntukkan bagi pemberian transfer yang bersifat
            nonpermanen kepada individu atau kelompok masyarakat dalam rangka
            mendukung perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan.
            Belanja ini harus dilakukan berdasarkan kriteria penerima yang jelas
            dan mekanisme pertanggungjawaban yang transparan.
                Pada bagian anggaran BUN, ragam jenis belanja lebih kompleks
            dan strategis, mencerminkan peran  BUN sebagai  pengelola fiskal
            nasional.  Selain mencakup Belanja Pegawai,  Barang dan  Jasa, dan
            Bantuan Sosial, BA-BUN juga meliputi belanja pembayaran kewajiban
            utang, baik pokok maupun bunga; belanja subsidi, seperti subsidi
            energi dan pangan; serta belanja hibah, baik ke dalam maupun luar
            negeri. Di luar itu, terdapat belanja lain-lain yang bersifat kontingensi
            atau tidak rutin, serta transfer ke daerah, yang menjadi komponen
            penting dalam hubungan keuangan pusat-daerah.

                Secara administratif, semua jenis belanja dan transfer ke daerah
            tersebut dikodifikasikan  dalam  Bagan Akun Standar (BAS) yang
            diatur secara rinci dalam Peraturan Menteri Keuangan tersendiri. BAS
            menjadi basis nomenklatur fiskal yang memungkinkan identifikasi,
            pelacakan,  dan  pelaporan  keuangan  negara  secara  konsisten  dan
   147   148   149   150   151   152   153   154   155   156   157