Page 155 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 155

134    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            RO memiliki target fisik dan keuangan yang spesifik dan digunakan
            sebagai basis dalam penyusunan perjanjian kinerja, pengendalian
            internal, serta evaluasi anggaran. KRO dan RO secara bersama-sama
            menciptakan kerangka granularisasi pengeluaran negara, memastikan
            bahwa pengeluaran tidak bersifat  generik, tetapi benar-benar
            diarahkan pada tujuan terukur yang dapat dipantau pelaksanaannya.
                Struktur ini berlanjut pada unit yang lebih kecil, yaitu komponen.
            Komponen dalam RKA merupakan rincian aktivitas spesifik atau item
            kegiatan yang dikaitkan langsung dengan kebutuhan belanja, seperti
            biaya pelatihan, jasa konsultan, pengadaan peralatan, pembangunan
            fisik, dan lainnya. Komponen menjadi satuan hitung teknis dalam
            menghitung anggaran dan menyusun  RAB (Rencana Anggaran
            Biaya).  Ia berfungsi  sebagai satuan pelaksana mikro  dan menjadi
            target satuan kerja dalam mengimplementasikan kegiatan.

                Unit paling rinci dalam struktur ini adalah akun, yaitu satuan
            pencatatan keuangan yang dikodifikasikan dalam Bagan Akun
            Standar (BAS). Akun mencerminkan jenis transaksi yang dilakukan,
            diklasifikasikan dalam kode tertentu berdasarkan sifat belanja
            seperti belanja pegawai, barang, modal, atau bantuan sosial. Setiap
            akun memiliki kodefikasi yang terdiri dari beberapa segmen, seperti
            kode jenis belanja, objek, rincian objek, dan subrincian objek. Akun
            menjadi dasar  dalam pelaksanaan transaksi anggaran, pencatatan
            akuntansi, dan pelaporan realisasi anggaran serta audit oleh Badan
            Pemeriksa Keuangan.
                Penataan strukturdari program hinggaakun ini memiliki implikasi
            paradigmatik dalam pengelolaan fiskal negara. Ia menciptakan jalur
            logis  yang  menghubungkan  antara  perencanaan,  penganggaran,
            pelaksanaan, dan evaluasi. Kejelasan  struktur ini  memungkinkan
            penelusuran alokasi anggaran hingga ke unit terkecil, yang sangat
            vital dalam konteks keterbukaan informasi publik  dan tata kelola
            keuangan negara yang transparan.
                Dalam konteks regulatif, struktur ini diatur secara eksplisit dalam
            PMK Nomor 62 Tahun 2023 yang menegaskan bahwa penyusunan
   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159   160