Page 156 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 156

BAGIAN  II   135
                                                           Penganggaran

            anggaran harus mengacu  pada output, KRO, RO, komponen, dan
            akun yang sah dan sesuai dengan standar nasional. Selain itu, rincian
            akun wajib merujuk pada Bagan Akun Standar yang ditetapkan oleh
            Kementerian Keuangan, dan  penggunaannya bersifat imperatif.
            Artinya,  setiap  penyimpangan  terhadap  struktur  ini  tidak  hanya
            melanggar prinsip administrasi fiskal, tetapi juga berpotensi
            menimbulkan temuan hukum dan sanksi akuntabilitas.
                Dengan demikian, struktur program, kegiatan, output, KRO, RO,
            komponen, dan akun dalam RKA merupakan fondasi teknokratik dari
            sistem penganggaran negara. Ia bukan semata kerangka administratif,
            melainkan representasi konkret dari fiscal discipline, value for money,
            dan  performance orientation  yang menjadi prinsip fundamental
            dalam pengelolaan keuangan negara kontemporer. Penyusunan dan
            implementasinya  harus dijalankan dengan presisi  dan konsistensi
            untuk memastikan  bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara
            membawa dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

                Sebagai ilustrasi konkret mengenai penerapan struktur anggaran
            yang berjenjang dalam dokumen RKA-K/L, dapat dikaji contoh kode
            anggaran berikut: 05.05.056.01.CS.6416.QAA.U05.054.521811. Setiap
            segmen  kode ini mewakili  satu  lapisan  dalam sistem klasifikasi
            anggaran negara yang terstandarisasi, mulai dari fungsi pemerintahan
            hingga jenis akun anggaran. Pembacaan kode ini secara sistematis
            mengungkap  struktur  logis penyusunan anggaran yang berbasis
            fungsi, kinerja, dan akuntabilitas.
                Secara berturut-turut, kode tersebut dapat  dijabarkan sebagai
            berikut:  Fungsi  Perlindungan  Lingkungan  Hidup  (05),  yang
            mencerminkan  orientasi  tematik belanja negara;  Subfungsi Tata
            Ruang  dan  Pertanahan  (05),  yang  menunjukkan  bidang  spesifik
            di bawah fungsi utama;  Bagian Anggaran  Kementerian ATR/BPN
            (056), sebagai instansi pelaksana program; Program Pengelolaan dan
            Pelayanan Pertanahan (CS), sebagai kerangka kebijakan sektoral; dan
            Kegiatan Pendaftaran Tanah dan Ruang (6416), yang mencerminkan
            operasionalisasi program.
   151   152   153   154   155   156   157   158   159   160   161