Page 159 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 159
138 MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional
honorarium ketua tim pelaksana misalnya kegiatan Gugus Tugas
Reforma Agraria ditetapkan sebesar Rp400.000 sebagai batas tertinggi.
Sementara itu, untuk komponen seperti tiket pesawat, pelampauan
nilai dimungkinkan berdasarkan prinsip at cost, selama terdapat
ketersediaan anggaran dan dokumentasi yang memadai.
Selanjutnya, Standar Biaya Keluaran (SBK) mencerminkan
estimasi biaya total yang diperlukan untuk menghasilkan satu unit
keluaran (output) dari suatu kegiatan. SBK dibagi menjadi dua: SBK
Umum (SBKU) yang disusun oleh Direktorat Jenderal Anggaran
untuk beberapa K/L, dan SBK Khusus (SBKK) yang disusun oleh K/L
tertentu. SBK memberikan pedoman baku mengenai total kebutuhan
biaya dari awal sampai akhir proses untuk menghasilkan output yang
telah ditentukan, sehingga SBK menjadi cerminan dari unit cost
dalam kerangka anggaran berbasis kinerja. SBK juga berlaku sebagai
batas tertinggi dalam perencanaan anggaran, namun dalam kondisi
tertentu, dalam pelaksanaan anggaran pelampauan dapat dilakukan
dengan persetujuan Menteri Keuangan. Contoh SBK dalam konteks
program strategis dapat dilihat pada Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 92 Tahun 2024, yang menetapkan biaya penerbitan Sertipikat
Hak Atas Tanah (SHAT) PTSL ASN Kategori 1 sebesar Rp258.000
per sertipikat. Penting dicatat bahwa regulasi SBM dan SBK bersifat
dinamis, dan selalu diperbarui setiap tahun sesuai dengan kebutuhan
dan perkembangan fiskal nasional.
Dalam penyusunan SBK maupun komponen keluaran lainnya,
kementerian/lembaga wajib mengacu pada SBM yang telah ditetapkan
dan juga memperhatikan standar satuan biaya dari lembaga teknis
yang berwenang. Misalnya, untuk menentukan biaya konstruksi,
rincian biaya harus mengacu pada keputusan dari lembaga yang
menangani urusan konstruksi. Apabila acuan resmi tidak tersedia,
maka estimasi biaya dilakukan berdasarkan harga pasar dengan
metode pembandingan dari beberapa penyedia barang/jasa serupa di
lokasi berbeda. Sebagai contoh, untuk menentukan harga satu rim
kertas, dapat digunakan harga rata-rata dari tiga toko berbeda sebagai
acuan logis.

