Page 163 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 163

BAB  IV.

                     SUMBER DANA

                     DALAM PENGANGGARAN









            Dalam arsitektur penganggaran negara,  sumber dana  merupakan
            fundamen  yang  bersifat  determinatif  terhadap  dimensi  fiskal,
            ruang kebijakan, serta legitimasi belanja publik. Setiap rupiah yang
            dialokasikan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian/
            Lembaga (K/L) harus bersandar pada sumber pendanaan yang sah,
            terukur, dan tercatat secara akuntabel dalam sistem keuangan negara.
            Penganggaran tidaklah  berdiri dalam kevakuman sumber daya;
            melainkan berkelindan erat dengan keragaman instrumen pendanaan
            yang memiliki karakteristik yuridis dan teknokratik berbeda. Oleh
            karena itu, pemahaman atas berbagai jenis sumber dana, baik yang
            bersifat  budgetary  seperti Rupiah Murni dan Penerimaan  Negara
            Bukan Pajak (PNBP), maupun non-budgetary seperti Hibah, Pinjaman,
            dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), menjadi keniscayaan bagi
            aktor penganggaran di sektor publik.

                Pengaturan  tentang sumber dana  dalam  penganggaran  diatur
            secara normatif dalam berbagai  regulasi yang telah Anda unggah,
            terutama dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 62 Tahun
            2023  tentang Perencanaan Anggaran, Pelaksanaan Anggaran  serta
            Akuntansi dan Pelaporan Keuangan sebagaimana telah diubah dengan
            PMK  Nomor  107  Tahun 2024.  Dalam  pasal-pasal kunci  peraturan
            tersebut, ditegaskan bahwa pengalokasian anggaran dalam Rencana
            Kerja  dan  Anggaran  Kementerian/Lembaga  (RKA-K/L)  maupun
   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168