Page 167 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 167

146    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

                Salah satu bentuk PNBP dari sektor pelayanan publik yang paling
            menonjol adalah PNBP pelayanan pertanahan. Ketentuan mengenai
            jenis dan tarifnya diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 128
            Tahun 2015 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang Berlaku pada
            Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.
            Regulasi ini memberikan dasar hukum atas pungutan negara dalam
            berbagai layanan seperti  pengukuran tanah, penerbitan sertifikat,
            dan pelayanan informasi  pertanahan. Dengan adanya regulasi ini,
            mekanisme pungutan dalam pelayanan pertanahan tidak hanya sah
            secara hukum, tetapi juga transparan, dapat diaudit, dan mendukung
            tata kelola pelayanan publik yang akuntabel.

                Kerangka pengelolaan PNBP sebagai bagian dari sistem keuangan
            negara diatur secara sistemik dalam PP Nomor 58 Tahun 2020. Pasal
            5 regulasi ini menyebutkan bahwa pengelolaan  PNBP meliputi:
            perencanaan,  pelaksanaan,  pertanggungjawaban,  dan  pengawasan.
            Keempatnya menjadi instrumen tata kelola berbasis good governance,
            menjamin bahwa penerimaan dari  luar pajak  dikelola  secara
            transparan, efisien, dan berpihak pada kepentingan publik.

                Pada tahap perencanaan, Pasal  6–7  PP 58/2020 menetapkan
            bahwa instansi pengelola wajib menyusun Rencana PNBP yang realistis
            dan optimal, yang mencakup target dan/atau pagu penggunaan, dan
            disampaikan kepada Menteri Keuangan untuk dilakukan penelaahan
            dan penetapan.  Rencana tersebut terintegrasi dalam siklus
            penganggaran APBN dan menjadi bagian dari validitas fiskal makro.
            Penetapan ini bukan formalitas administratif, melainkan bagian dari
            proses penyelarasan antara kebijakan  sektoral dan  fiskal nasional,
            serta sebagai kontrol terhadap potensi fiskal yang ada di unit-unit
            teknis. Sebagai contoh, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN
            menetapkan target PNBP tahun 2025 sebesar Rp3,2 triliun. Target ini
            tidak hanya mencerminkan estimasi potensi penerimaan dari layanan
            pertanahan, tetapi juga menjadi parameter awal dalam penghitungan
            kapasitas belanja yang dapat diusulkan melalui RKA secara akuntabel
            dan sesuai dengan kebijakan fiskal negara.
   162   163   164   165   166   167   168   169   170   171   172