Page 166 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 166

BAGIAN  II   145
                                                           Penganggaran

            dalam penerbitan sertipikat hak atas tanah pada Kementerian ATR/
            BPN. Dengan demikian, Rupiah Murni bukan sekadar dana domestik,
            tetapi merupakan  simbol dari kemandirian fiskal nasional dan
            sekaligus instrumen strategis dalam mewujudkan belanja berkualitas.
            Perencanaan dan penggunaan Rupiah Murni harus selaras dengan
            kaidah penganggaran berbasis kinerja, prinsip money follow program,
            serta  pencapaian  output  dan  outcome  yang  relevan  dengan  visi
            pembangunan nasional.

            4.2.  Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
                Dalam  lanskap  fiskal  nasional,  Penerimaan  Negara  Bukan
            Pajak  (PNBP)  berperan  strategis  sebagai  sumber  penerimaan
            negara  yang  bersifat  nonpajak  namun  signifikan  dalam  menopang
            penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. PNBP
            memberikan jalur alternatif untuk memperluas  basis penerimaan
            negara, di luar ketergantungan klasik pada perpajakan. Pasal 1 angka 1
            Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2018 mendefinisikan PNBP sebagai
            pungutan yang dibayar oleh orang pribadi atau badan atas layanan
            atau pemanfaatan sumber daya dan hak yang diperoleh negara, baik
            manfaat langsung maupun tidak langsung, yang menjadi penerimaan
            pemerintah pusat di luar perpajakan dan hibah, serta dikelola dalam
            mekanisme APBN.
                PNBP dapat  bersumber dari pemanfaatan  sumber  daya alam,
            pelayanan publik oleh K/L, pengelolaan kekayaan negara yang
            dipisahkan, denda dan sanksi administratif, serta pengelolaan aset
            lainnya. Definisi normatif ini menciptakan  landasan legalitas  dan
            akuntabilitas yang mewajibkan setiap pungutan nonpajak ditetapkan
            melalui ketentuan tarif dan jenisnya  secara formal. PP  Nomor  69
            Tahun  2020 tentang  Tata Cara Penetapan Tarif  atas Jenis  PNBP
            mempertegas bahwa penetapan tarif harus memperhatikan prinsip
            cost of service, ability to pay, serta nilai keekonomian dari manfaat
            layanan. Proses teknokratik ini tidak dapat diabaikan karena menjadi
            instrumen proteksi terhadap penyimpangan fiskal sekaligus kontrol
            atas beban masyarakat.
   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170   171