Page 160 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 160

BAGIAN  II   139
                                                           Penganggaran

                Sementara itu, seluruh perhitungan biaya dalam suatu keluaran
            wajib mempertimbangkan Standar Struktur Biaya (SSB), sebagaimana
            diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor
            195/PMK.02/2014 tentang Standar Struktur Biaya, yang telah diubah
            dengan PMK Nomor 140/PMK.02/2021. SSB adalah batasan mengenai
            besaran atau persentase komposisi biaya dalam satu keluaran. Struktur
            biaya ini terdiri atas biaya utama dan biaya pendukung, dengan batas
            maksimal yang ditentukan untuk kategori pendukung. Biaya utama
            adalah komponen yang langsung memengaruhi keluaran (misalnya
            bahan utama pengukuran dan pemetaan bidang tanah), sedangkan
            biaya pendukung bersifat tidak langsung (misalnya konsumsi, ATK,
            atau transportasi internal). SSB berguna untuk menghindari distorsi
            anggaran akibat dominasi biaya pendukung, dan menjadi parameter
            kewajaran dalam struktur pembiayaan. Sebagai contoh, batas
            maksimal biaya pendukung ditetapkan sebesar  6% untuk barang
            infrastruktur, 7% untuk barang non-infrastruktur, 7% untuk layanan
            regulasi, dan 9% untuk layanan non-regulasi. Ketentuan ini bertujuan
            untuk menghindari pembengkakan anggaran yang tidak proporsional
            dan memastikan konsistensi antar unit kerja dalam menyusun
            struktur pembiayaan yang seimbang dan rasional.
                Ketiga standar biaya ini ditetapkan secara formal oleh Menteri
            Keuangan setelah koordinasi dengan K/L terkait. Standar biaya berlaku
            terhadap seluruh pendanaan dari sumber rupiah murni, PNBP, PNBP
            Satker BLU, SBSN, maupun pinjaman/hibah, kecuali ditentukan lain
            dalam perjanjian kerja sama atau kontrak hibah. Pertanggungjawaban
            terhadap ketepatan penggunaan dan pemenuhan persyaratan standar
            biaya  menjadi  tanggung  jawab  penuh  PA/KPA,  dan  pengawasan
            dilakukan oleh APIP dan Ditjen Anggaran.
                Dalam konteks penganggaran berbasis kinerja,  penggunaan
            standar biaya memiliki korelasi  langsung terhadap validitas dan
            accountability  dari output  yang direncanakan. RKA  yang disusun
            tanpa mengacu pada SBM, SBK, dan SSB berpotensi menghasilkan
            cost  overrun,  ketidaksesuaian  antara  belanja  dan  keluaran,  serta
            inkonsistensi antar K/L. Karena itu, keberadaan standar biaya bukan
   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165