Page 153 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 153

132    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            akurat. Melalui  sistem klasifikasi ini, setiap  pengeluaran negara
            dapat ditelusuri berdasarkan objek belanja, sifat penggunaan, serta
            keterkaitannya dengan program dan kegiatan tertentu.

                Dengan demikian, klasifikasi jenis belanja bukan sekadarkerangka
            administratif,  melainkan juga refleksi  dari pilihan  kebijakan fiskal
            negara. Di tengah tantangan pengelolaan anggaran yang  semakin
            kompleks, struktur jenis belanja memungkinkan pemerintah untuk
            melaksanakan alokasi berbasis prioritas, mengendalikan  kualitas
            belanja, serta menjaga integritas fiskal dalam kerangka yang akuntabel
            dan transparan. Sebagai  instrumen penganggaran strategis, jenis
            belanja berfungsi sebagai penopang utama bagi pencapaian output
            dan outcome pembangunan nasional yang terukur dan berkelanjutan.

            3.4.  Program, Kegiatan, Output, KRO, RO, Komponen, dan Akun
                 dalam RKA
                Struktur  anggaran  negara  dalam  dokumen  Rencana  Kerja
            dan  Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L)  bukan semata
            mencerminkan besaran alokasi dana, melainkan membentuk suatu
            sistematika manajerial yang kompleks, berjenjang, dan  berbasis
            kinerja. Dalam kerangka penganggaran modern, struktur ini berfungsi
            sebagai  “peta jalan” implementasi fiskal, yang  menghubungkan
            sumber daya publik dengan sasaran pembangunan nasional melalui
            jenjang programatik yang terukur—dari program, kegiatan, hingga
            akun sebagai unit fiskal terkecil. Fungsi strategis struktur anggaran ini
            terletak pada kemampuannya menjembatani kebijakan fiskal makro
            dengan pelaksanaan  teknis anggaran  di  level satuan kerja. Setiap
            lapisan dalam struktur anggaran saling berkaitan dalam satu rantai
            logis untuk memastikan bahwa setiap belanja negara bersifat result-
            oriented dan berdampak nyata. Oleh karena itu, pemahaman terhadap
            susunan ini menjadi penting bagi upaya membangun transparansi
            fiskal, akuntabilitas birokrasi, serta efektivitas pelaksanaan anggaran.
            Dalam nomenklatur penganggaran sebagaimana  dijabarkan dalam
            Pasal 14 PMK Nomor 62 Tahun 2023 jo. PMK Nomor 107 Tahun 2024,
            struktur anggaran terdiri atas unsur-unsur: program, kegiatan, output,
   148   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158