Page 149 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 149

128    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            17/2003,  belanja negara terdiri dari  belanja pemerintah  pusat  dan
            transfer ke daerah serta dana desa. Belanja pemerintah pusat sendiri
            dikelompokkan ke dalam Belanja Kementerian/Lembaga (Belanja
            K/L) dan Belanja Bendahara Umum Negara (Belanja BUN). Struktur
            ini dipilah kembali ke dalam jenis-jenis belanja seperti belanja
            pegawai, barang, modal, bantuan sosial, subsidi, serta pembayaran
            bunga  utang dan belanja lainnya. Seluruh komponen belanja ini
            diarahkan pada pencapaian keluaran (output), hasil (outcome), dan
            dampak (impact) yang sesuai dengan sasaran strategis nasional.

                Ketiga, pembiayaan anggaran mencerminkan transaksi yang
            menutup defisit atau menggunakan surplus anggaran. Pembiayaan
            dibedakan menjadi penerimaan pembiayaan, seperti penerbitan surat
            berharga negara (SBN), penarikan pinjaman dalam dan luar negeri,
            serta penggunaan  saldo  anggaran lebih (SAL);  dan pengeluaran
            pembiayaan, seperti pembayaran cicilan pokok utang, pembentukan
            dana cadangan, dan penyertaan modal negara. Struktur pembiayaan
            ini memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan primer
            dan kelangsungan fiskal jangka panjang, terutama ketika pendapatan
            negara tidak cukup untuk membiayai belanja.
                Lebih lanjut, struktur APBN dijabarkan ke dalam dokumen teknis
            yang dituangkan  dalam nota keuangan  dan dokumen APBN,  dan
            diturunkan secara operasional dalam dokumen RKA-K/L, DIPA, serta
            sistem klasifikasi anggaran sebagaimana diatur dalam PMK Nomor 102
            Tahun 2018 dan PMK Nomor 62 Tahun 2023 jo. PMK Nomor 107 Tahun
            2024. Integrasi antara struktur APBN dan sistem informasi keuangan
            negara  memastikan adanya  konsistensi antarlevel perencanaan,
            penganggaran, pelaksanaan, dan pelaporan.

                Dengan demikian, struktur APBN tidak hanya menjadi kerangka
            angka,  tetapi  juga  instrumen  konstitusional  yang  mencerminkan
            visi fiskal, kebijakan publik, dan tata kelola keuangan negara yang
            akuntabel.  Keseimbangan antara komponen  pendapatan, belanja, dan
            pembiayaan menjadi indikator kunci kesehatan fiskal dan efektivitas
            manajemen anggaran negara  dalam mendukung pembangunan
            nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
   144   145   146   147   148   149   150   151   152   153   154